Infokita Investigasi, JAKARTA, Senin (9/3/2026), Burisrawa adalah tokoh wayang kulit antagonis, sekutu Kurawa, yang dikenal karena wajah setengah raksasa, watak angkuh, dan cinta buta pada Dewi Sumbadra. Sebagai putra Prabu Salya (versi Jawa), ia sering membuat keonaran dan akhirnya gugur dalam Bharatayuddha di tangan Arjuna saat bertarung melawan Arya Setyaki.
Burisrawa adalah putra Prabu Salya, raja Mandraka, dan Dewi Setyawati. Ia memiliki ciri fisik bermata telengan putih, hidung haluan perahu, mulut gusen, dan rambut gimbal, yang merupakan kutukan karena Prabu Salya membunuh Resi Bagaspati (mertuanya).
Versi Mahabharata, Ia adalah putra Somadatta dari Kerajaan Bahlika. Mempunyai karakter, angkuh, kasar, licik, namun sangat mencintai Dewi Sumbadra, istri Arjuna.
Kisah cinta dan konflik Burisrawa tergila-gila pada Dewi Sumbadra dan sering berusaha memilikinya meski ditolak. Dalam kisah ini, Burisrawa mencoba memaksa Sumbadra, namun akhirnya dikerjai (diketok kepalanya) oleh Antareja dan Gatotkaca.
Burisrawa pernah mencoba memperkosa Sumbadra, membuat Sumbadra memilih mati. Namun, ia dihidupkan kembali, dan Burisrawa sempat diampuni atas rayuan Dewi Banowati (kakak Burisrawa/istri Duryudana).
Peran dalam Baratayuda dan kematian sumpah dendam, Burisrawa menaruh dendam pada Arya Setyaki (kurawa) karena perselisihan.
Gugur di Medan Laga: Saat perang Baratayuda, Burisrawa berhasil mendesak dan hampir membunuh Setyaki.
Melihat Setyaki dalam bahaya, Kresna meminta Arjuna memanah Burisrawa. Arjuna melepaskan panah yang memenggal leher Burisrawa sebelum ia sempat membunuh Setyaki, menewaskannya seketika.
(Reporter : Widi )
