𝗜𝗻𝗳𝗼𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗜𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶,JAKARTA SELATAN - Merasa tidak tersentuh hukum atau sudah suap pejabat dan petugas Satpol PP dengan uang koordinasi, pelaksana urugan liar yang di back up oleh oknum RT setempat di jalan adam malik deplu bongkar paksa portal penutup kegiatan yang di pasang oleh Kelurahan Petukangan Selatan beberapa hari sebelum nya.
Bukan itu saja, dampak lingkungan yang sangat merugikan terhadap warga sekitar tidak juga menjadi bahan pertimbangan oleh pelaksana urugan demi keuntungan pribadi dan kepentingan perut mereka masing-masing.
Kekawatiran warga kini sangat beralasan sebab, jutaan kubik air yang tertampung selama ini di lahan urugan saat musim hujan akan tumpah ke pemukiman warga sekitar. Seharusnya, sebelum urugan dibuat saluran pembuangan air atau drainase terlebih dahulu diadakan agar tumpahan air masuk ke saluran sehingga dampak lingkungan tidak merugikan warga.
" Bang itu urgan berjalan lagi, warga sudah resah akan dampak nya, ada beberapa rw dan beberapa rt yang sangat terdampak, kami sudah melaporkan juga ke Lurah Petukangan Selatan Ahmad Syarif, masa jawab nya cuma ia nanti kita las portal nya," ucap warga via whats app. Kamis (22/10/2026).
Saat di konfirmasi, Mantri Polisi Pamong Praja (Manpol PP) Kecamatan Pesanggrahan, Pol Tak, malah melempar tanggung jawab ke Kasatgas (Kepala satuan petugas) Pol PP Kelurahan, dalam keterangan nya terdengar tidak berani menentukan sikap pasti bahkan terkesan dibuat mengambang, diduga sudah terima upeti.
" Mereka begitu, kaya sepele aja, sekarang kita tutup nih besok buka lagi padahal sudah lurah, camat, wakil camat datang terus apalagi kita, sinikan pimpinan wilayah kan lurah tu, nanti saya suruh si endang gimana atau di bikin piket," ucap Pol Tak, kepala Satpol PP Kecamatan Pesanggrahan.
Sementara itu, Ahmad Syarif saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa laporan nya termasuk pembongkaran portal penutub urugan oleh oknum pelaksana sudah sampai ke Walikota Jakarta Selatan. Selain itu, Lurah juga mengirim data pdf notulen diskusi urugan Rt 04/Rw 03 serta permohonan pasilitasi audiensi kepada pemerintah Kota.
" Sekarang permasalahan pengurugan sudah diambil alih ke tingkat kota. Minggu besok dirapatkan," jelas Lurah petukangan Selatan, Ahmad Syarif melalui pesan singkat Whats app. Kamis (22/10/2026).
Namun lain hal nya dengan Camat Paulina, saat diminta keterangan, Kepala Kecamatan Pesanggrahan yang dinilai masyarakat tidak bisa bekerja tersebut lebih memilih bungkam dan tidak menjawab pertanyaan awak media.
(𝗥𝗲𝗱)
