Infokita Investigasi, JAKARTA, Kamis, (15/10/2026) - Ratusan pasang mata dibuat terpaku oleh pertunjukan wayang kulit spektakuler yang dibawakan oleh dalang kondang, Ki Sigid Ariyanto. Mengangkat lakon "Werkudara Ngamuk", pagelaran ini berhasil menghidupkan suasana magis sekaligus menegangkan, di mana sang dalang tampak ikut larut dalam emosi murka tokoh Werkudara.
Lakon "Werkudara Ngamuk" sendiri menceritakan puncak kegusaran ksatria Panengah Pandawa tersebut saat menghadapi ketidakadilan yang merajalela.
Karakter Werkudara yang jujur, tegas, dan tanpa kompromi digambarkan mengamuk demi menegakkan kebenaran di atas bumi.
Ketegangan mencapai puncaknya saat sesi sabetan (gerakan perang wayang). Ki Sigid Ariyanto dengan kepiawaiannya menarikan wayang Werkudara secara agresif, selaras dengan dentuman murka murka kendang dan iringan gending bertenaga tinggi.
Penonton tidak hanya disuguhi atraksi visual yang cepat, tetapi juga vokal suluk sang dalang yang menggelegar penuh amarah, menggambarkan bagaimana karakter Werkudara benar-benar merasuki jiwa sang dalang malam itu.
"Emosi dalam lakon ini bukan sekadar kemarahan tanpa arah, melainkan simbol perlawanan terhadap kebatilan.
Ketika Werkudara digambarkan ngamuk, energi itu harus sampai ke penonton.Jiwa dalang dan wayang harus menyatu," ujar Ki Sigid Ariyanto seusai pertunjukan.
Pagelaran yang berlangsung hingga dini hari ini sukses memadukan pakem klasik dengan kepekaan rasa yang modern.
Penonton yang hadir tidak hanya terhibur oleh keterampilan teknis mendalang, tetapi juga terhanyut secara emosional oleh pesan moral yang disampaikan.
Acara ditutup dengan tepuk tangan meriah dari para penonton yang bertahan hingga akhir pertunjukan.
Untuk menyaksikan adegan ulang Werkudara ngamuk dalange Sigit Ariyanto melu emosi sudah ada di kanal YouTube perhari ini. *(Widi)*




