Wayang Kulit Sabetan Dahsyat Kilat Laap Dheerr Ki Sigit Ariyanto Lakon Geger Bumonarokosuro Lawan Gathutkaca -->

breaking news

News

Baca di Helo

Wayang Kulit Sabetan Dahsyat Kilat Laap Dheerr Ki Sigit Ariyanto Lakon Geger Bumonarokosuro Lawan Gathutkaca

Sabtu, Oktober 10, 2026



Infokita Investigasi, Jakarta,Sabtu,(10/10/2026) – Sebuah pertunjukan seni tradisi yang spektakuler siap menghentak dan memukau para pencinta budaya. Pagelaran Wayang Kulit  menghadirkan dalang kondang Ki Sigit Ariyanto yang akan membawakan lakon penuh ketegangan, "Geger Bumonarokosuro Lawan Gathutkaca".


Pertunjukan ini dipastikan menjadi magnet bagi penonton berkat ciri khas sabetan wayang yang dahsyat, cepat, dan berenergi tinggi.


Ki Sigit Ariyanto, yang dikenal luas dengan teknik sabetan (gerakan wayang) yang lincah dan teatrikal, akan menyuguhkan performa kilat bertempo tinggi.


Ritme pertunjukan yang dinamis ini kerap diiringi oleh sensasi visual dan suara yang menggelegar layaknya kilat atau yang populer dikenal di kalangan penggemar dengan istilah "Laap Dheerr".


Perpaduan antara keterampilan olah tangan yang presisi dan iringan gamelan yang rancak akan membawa penonton larut dalam atmosfer pertempuran kolosal.


Lakon "Geger Bumonarokosuro Lawan Gathutkaca" sendiri mengangkat kisah konflik tingkat tinggi di dunia pewayangan.


Pertempuran sengit ini mempertemukan Raden Gathutkaca, sang ksatria tangguh otot kawat balung wesi dari Pringgandani, melawan Prabu Bumonarokosuro (Boma Narakasura), raja Trajutrisna yang sakti mandraguna.


Perseteruan kedua tokoh kuat ini tidak hanya menyajikan adu kesaktian dan strategi perang yang menegangkan, tetapi juga sarat akan pesan moral tentang kepemimpinan, loyalitas, dan konsekuensi dari sebuah ambisi.


Melalui pagelaran ini, Ki Sigit Ariyanto kembali membuktikan bahwa wayang kulit bukan sekadar tontonan kuno, melainkan seni pertunjukan dramatis yang adaptif dan tetap relevan dengan selera zaman.


Efek dramatis sabetan dahsyat kilat yang menjadi menu utama malam ini diharapkan dapat memikat generasi muda untuk tetap mencintai dan melestarikan warisan leluhur nusantara.


Masyarakat dan para pencinta seni pewayangan diundang secara terbuka untuk menyaksikan langsung momen epik ini. Jangan lewatkan keseruan dan ketegangan aksi laga pewayangan terbaik yang dikemas secara modern tanpa menghilangkan esensi pakem tradisinya.*(Widi)*