Tragis, Diduga Gegara Gadget: Gadis Pelajar Gantung Diri -->

breaking news

News

Baca di Helo

Tragis, Diduga Gegara Gadget: Gadis Pelajar Gantung Diri

Friday, September 27, 2019


Terlilit Hutang 5 Juta, Tidak Tega Minta Orangtua. Gadis Pelajar Pilih Gantung Diri, (28/9/2019).

INFOKITA.CLICK - Warga desa Ledok Nongko Bangunkerto, Turi, Sleman gempar setelah ditemukannya seorang gadis bernama Elvina Dwi Astuti (18) yang diketahui merupakan siswi SMK yang nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri di kamar tidur rumahnya, Rabu (25/9) petang. Dari informasi yang dihimpun, kuat dugaan korban terjerat hutang namun bingung tak bisa membayarnya. Kapolsek Turi AKP Catur Widodo kepada wartawan, Kamis (26/9) mengatakan, korban ditemukan gantung diri oleh orangtuanya, Rabu (25/9) pada jam 18.00 petang. Korban gantung diri menggunakan tali rafia yang diikatkan pada kayu penyangga genteng rumah.

Menurut AKP Catur, peristiwa ini berawal saat orangtua korban memanggil anaknya yang berada di kamar namun tidak ada jawaban. Saksi pun curiga. “Apalagi saat itu pintu kamar dan jendela kamar terkunci dari dalam,” beber AKP Catur. Karena curiga, orangtua korban lantas mengambil tangga untuk melihat korban melalui lubang angin di kamar sebelah. Saat itulah orangtua korban terkejut bukan main setelah melihat anaknya sudah menggantung dengan lidah menjulur keluar pada kayu penyangga genteng. “Mengetahui hal itu, orangtua korban langsung berteriak minta tolong. Dalam kondisi panik, saksi beserta tetangganya berinisiatif memotong tali plastik,” ujarnya.

Sejumlah warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada polisi. Tak lama berselang, aparat Polsek Turi dan tim medis datang mengevakuasi jasad korban.Menurut Catur, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sementara, korban diduga kuat meninggal murni karena bunuh diri. Hal ini dikuatkan oleh keterangan tim medis, berdasar kondisi korban seperti lidah menjulur, dan terdapat tinja dan lendir di celana dalam, serta barang bukti tali rafia dan kursi kayu yang ditemukan di lokasi kejadian. Korban juga meninggalkan surat dengan tulisan tangan yang berisi permintaan maaf korban ke orangtuanya karena sudah menyusahkan.

Orangtua korban mengaku, sebelum kejadian, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Namun dari penelusuran teman dan kerabat, kuat dugaan korban tengah terlilit utang Rp 5 juta untuk mengganti gadget temannya yang rusak. Di hari dia bunuh diri merupakan batas akhir pembayaran utang itu. Namun korban bingung karena tak bisa membayar dan tidak tega minta ke orangtua hingga memilih menghabisi nyawanya dengan gantung diri. “Orangtua korban menyatakan sebelum bunuh diri, korban bertingkah laku seperti biasanya, tidak ada permasalahan yang mencurigakan,” pungkasnya. (*)