BERITA VIDEO

 
DESKRIPSI GAMBAR
Turut Komentar Ketua DPC LSM KOBRA Banyuwangi Terkait KTP Korban Di Sebarluaskan Oleh Hacker.

Turut Komentar Ketua DPC LSM KOBRA Banyuwangi Terkait KTP Korban Di Sebarluaskan Oleh Hacker.

 

INFO INVESTIGASI, Banyuwangi,- Ada seorang wanita muda berparas cantik melapor ke pihak aparat Kepolisian di Kapolresta jalan Brawijaya Kabupaten Banyuwangi dengan unsur faktor kesengajaan menyebarkan KTP Haninah lewat elektronik WhatsApp atau sosmed akan di usut secara maksimal.  

Setelah kuasa hukum Eni Setiawati mendampingi pihak korban bernama Haninah mau melaporkan pencemaran nama baiknya berdasarkan penyebaran data pribadi kliennya lewat elektronik di grup WhatsApp tanpa izin terlebih dulu, maka dengan tegas Eni sebagai kuasa hukum korban menindak lanjuti melaporkan inisial HL pada pihak yang berwajib supaya di usut cepat tertangani, Sabtu 29/5/2021.

Di teruskan komentar dari Ketua DPC LSM KOBRA Banyuwangi Jhoni Daud saat di wawancarai di Stadion Banyuwangi menututurkan," apa yang mas tanyakan pada saya pada prinsipnya ada tiga, yang pertama  masyarakat khususnya Banyuwangi lebih enerjik, teliti dan hati - hati sekali bila mana mempunyai Hp Android ini betul - betul di jaga kewaspadaan cara penggunaannya, sebab di situ banyak apkikasi serta akun - akun harus di rahasiakan, jangan sampai kunci nomor ada yang tahu,  nantinya takut di salah gunakan oleh seseorang yang tidak mau bertanggung jawab, banyak hal yang tidak mau bertanggung jawab bermacam - macam seperti ada promosi atau pengambilan trasaksi Bank dari ini, pengambilan banyak hadiah dan lain sebagainya, tentunya akun itu di salah gunakan oleh oknum yang tidak mau bertanggung jawab ini di namakan Hacker, " pinta kata Jhoni. 

"Di manapun Hacker ini ada di mana - mana, yang jelas Hacker tahu tentang elektronik minimal cara penggunaan komputer ini gimana supaya masyarakat tertarik dengan tawaran yang mengejutkan, sehingga banyak masyarakat menggunakan akun tersebut gampang dan mudah di lacak oleh Hacker."

Masih di teruskan oleh kata Djoni, " yang jelas Hacker ini sangat meresahkan banyak kalangan masyarakat dengan banyak berbagai pola tawaran yang menarik untuk menjebak korban nantinya, contohnya ikut tanam saham seperti arisan Infestasi dengan modal kecil hingga menjadi berlipat ganda, padahal itu belum mengetahui cara bentuk memperoleh uang sekian banyaknya, itu harus masyarakat lebih teliti dulu jangan asal mau bila di ajak oleh teman atau kerabat yang ingin di jadikan korban berikutnya, " imbunhya. 

Semoga persoalan ini kita serahkan pada penyidik Kepolisian untuk mengusut terkait pencemaran nama baik Haninah usia 22 tahun warga Banyuwangi biar cepat terungkap. Kami berharap ini sebuah pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati - hati jangan terkecoh atau percaya tawaran - tawaran yang menarik oleh Hacker, supaya kita semua selamat tidak terpengaruh bujuk rayuan yang gak pasti walau tawaran heboh sekalipun, tetap kita harus waspada. 

( IWAN / TEAM)