Aliansi Inggris-Jerman: Garap Rudal Jelajah Hipersonik Stealth Jarak Jauh -->

breaking news

News

Baca di Helo

Aliansi Inggris-Jerman: Garap Rudal Jelajah Hipersonik Stealth Jarak Jauh

Tuesday, March 17, 2026




Infokita Investigasi, JAKARTA - Inggris dan Jerman baru saja mempertegas kemitraan strategis mereka di sektor pertahanan melalui kesepakatan ambisius untuk mengembangkan generasi terbaru rudal jelajah hipersonik berkemampuan siluman. Proyek ini bukan sekadar upaya memperkuat persenjataan konvensional, melainkan sebuah langkah besar untuk menghadapi tantangan ancaman global yang kian dinamis, di mana kecepatan dan kemampuan menembus sistem pertahanan udara lawan menjadi kunci utama keunggulan di medan tempur. Selasa (17/3/2026)



Rudal jelajah hipersonik hasil kolaborasi ini dirancang dengan fokus pada dua elemen utama: kecepatan ekstrem dan profil siluman (stealth). Berbeda dengan rudal jelajah tradisional yang terbang pada kecepatan subsonik, rudal masa depan ini diproyeksikan mampu melesat dengan kecepatan di atas Mach 5. Desain aerodinamisnya dibuat sedemikian rupa untuk meminimalisir jejak radar, sehingga mampu mendekati sasaran tanpa terdeteksi oleh sistem peringatan dini musuh hingga detik-detik terakhir sebelum dampak.


Dari sisi teknis, rudal ini akan mengintegrasikan sistem pemandu yang sangat canggih, menggabungkan navigasi inersia (INS) dengan dukungan GPS yang tahan terhadap gangguan jammer, serta sensor pencari target terminal yang presisi. Kombinasi ini memungkinkan rudal untuk melakukan manuver tajam di atmosfer guna menghindari pencegatan rudal pertahanan udara lawan. Mengenai hulu ledak, rudal ini dirancang untuk membawa varian hulu ledak konvensional berkekuatan tinggi yang dioptimalkan untuk menghancurkan target bernilai strategis, seperti pusat komando bawah tanah atau infrastruktur militer yang diperkuat.


Meskipun detail spesifik mengenai berat total masih dirahasiakan, struktur rudal dibangun menggunakan material komposit tahan panas yang mampu menahan suhu ekstrem akibat gesekan udara pada kecepatan hipersonik. Fleksibilitas platform peluncur menjadi keunggulan lain; rudal ini dipersiapkan agar kompatibel dengan jet tempur Eurofighter Typhoon, kapal perang permukaan, hingga kapal selam.




Meskipun pengumuman resmi ini merupakan kesepakatan tingkat pemerintah (Government-to-Government), raksasa pertahanan Eropa seperti MBDA diyakini akan memegang peran kunci sebagai kontraktor utama, mengingat pengalaman luas mereka dalam mengembangkan sistem Storm Shadow dan Taurus. Selain itu, keterlibatan manufaktur mesin seperti Rolls-Royce dan MTU Aero Engines diperkirakan akan sangat krusial dalam mengembangkan sistem pendorong canggih yang diperlukan.


Targetnya, proyek ambisius ini diharapkan mulai masuk ke fase operasional pada dekade 2030-an. Bagi London dan Berlin, keberhasilan proyek ini tidak hanya akan memberikan perlindungan ekstra bagi kedaulatan mereka, tetapi juga memastikan bahwa industri pertahanan Eropa tetap berada di garis terdepan dalam perlombaan teknologi senjata hipersonik dunia. (red)