Infokita Investigasi, Jakarta – Perusahaan pertahanan rintisan rintisan asal Amerika Serikat, iRocket, telah melakukan demonstrasi penembakan rudal iRX-100 menggunakan peluncur yang diproduksi oleh Arnold Defense. Selasa(17/3/2026)
Keberhasilan uji coba yang dilakukan pada 11 Maret 2026 ini mengkonfirmasi kompatibilitas operasional antara rudal tersebut dan keluarga peluncur roket 2,75 inci (70 mm), yang banyak digunakan.
Roket berpemandu berkecepatan 2 Mach ini dirancang untuk mencegat drone menggunakan infrastruktur peluncur Hydra 70 yang ada, dan dapat mencapai jarak sekitar 6 km.
Pengembangan iRX-100 bertujuan untuk menyediakan opsi pencegat berbiaya rendah, dapat diintegrasikan dengan cepat tanpa mengganti peralatan peluncur yang sudah digunakan di unit operasional.
Pengembangan iRX-100 juga mengatasi ketidakseimbangan biaya yang semakin terlihat dalam operasi pertahanan udara baru-baru ini dalam perang antara Amerika Serikat/Israel melawan Iran.
Menghadapi segerombolan drone kamikaze seperti Shahed-136, yang berharga antara 20.000 dan 50.000 USD per unit, akan sangat mahal bila menggunakan sistem rudal pencegat konvensional jarak pendek/menengah berbasis darat.
Begitu pula, rudal jarak pendek yang digunakan oleh pesawat tempur seperti AIM-9X Sidewinder berharga sekitar 450.000 USD per amunisi, juga masih terlalu mahal.
Hydra 70 sendiri merupakan salah satu sistem roket yang paling banyak digunakan dalam persenjataan AS, yang diproduksi oleh Arnold Defense.
Peluncur untuk sistem roket ini diproduksi oleh Arnold Defense, termasuk peluncur tujuh tabung M260 dan peluncur sembilan belas tabung M261 yang umum digunakan pada helikopter Angkatan Darat AS.
Sedangkan sistem peluncur LAU-61, LAU-68, dan LAU-131 umum digunakan oleh Angkatan Laut AS dan Angkatan Udara AS.
Selain diluncurkan dari udara menggunakan helikopter AH-64 dan AH-1Z, serta pesawat A-10, F-16, dan F/A-18, sistem ini dapat diluncurkan dari kendaraan darat dan kapal permukaan air.
Kehadiran roket berpemandu seperti iRX-100 yang menggunakan ekosistem peluncur yang sama dapat memberikan opsi pencegat baru dalam arsitektur ini, untuk pertempuran melawan drone berbiaya rendah. (red)
