Infokita Investigasi, JAKARTA (19 Maret 2026) – Di tengah gempuran budaya modern, sosok Umi Hafifah muncul sebagai oase bagi pelestarian seni tradisional Jawa. Sinden muda bertalenta asal Pulung, Ponorogo, ini berhasil mencuri perhatian publik, khususnya generasi muda, melalui kemampuannya membawakan tembang-tembang campursari dan langgam Jawa dengan vokal yang khas dan menawan.Ia dikenal dengan julukan "Ratu Podang Kuning", Umi Hafifah telah menekuni dunia sinden sejak usia belia.
Kehadirannya di panggung-panggung wayang kulit maupun kolaborasi campursari, seperti bersama Sinden Viral Madhangkara dan Sinden Gayeng, menunjukkan komitmennya untuk menjaga kearifan lokal tetap relevan. Menjembatani tradisi dan modernitas.
Umi tidak hanya menyanyi, tetapi juga berperan aktif mendekatkan seni sinden ke generasi milenial dan Gen Z. Melalui platform digital dan YouTube, penampilan Umi Hafifah dalam berbagai lagu seperti "Langgam Sambung Wanci Dalu" dan "Ketawang Sinom" mendapatkan sambutan hangat dan sering menjadi tren di media sosial.
"Saya ingin sinden itu tidak dianggap kuno. Seni Jawa itu indah, dan kita, anak muda, yang harus meneruskannya," ungkap Umi dalam beberapa kesempatan penampilannya.
Konsistensi Umi Hafifah dalam membawakan langgam Jawa, termasuk kolaborasi menarik seperti dalam acara Limbukan Sinden Gayeng, membuat posisinya sebagai sinden milenial semakin diperhitungkan.
Kepiawaiannya menyeimbangkan teknik vokal klasik dengan gaya santai khas anak muda menjadikan pertunjukan sinden lebih hidup dan dinamis.
Dengan dedikasinya, Umi Hafifah diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk tidak malu mencintai dan melestarikan budaya adiluhung Jawa.
Umi Hafifah adalah seorang pesinden muda berbakat asal Ponorogo, Jawa Timur, yang aktif melestarikan seni tembang Jawa melalui pertunjukan wayang kulit dan campursari. Dikenal dengan julukan "Ratu Podang Kuning", ia aktif menyebarkan kecintaan budaya tradisional melalui berbagai platform digital.
(Reporter : Widi)

