Infokita Investigasi, BEIJING -- Beijing diam-diam telah menghapus nama kepala perancang jet tempur siluman J-20 Mighty Dragon dari akademi sains utamanya. Hal itu menandai hilangnya tokoh penting terbaru dalam kampanye antikorupsi yang semakin meluas yang menargetkan kompleks industri militer negara tersebut.
Caixingglobal melaporkan, Yang Wei (62 tahun) belum muncul di depan umum selama lebih dari setahun. Hal itu terjadi di tengah kampanye antikorupsi di sektor pertahanan yang digalakkan Presiden China Xi Jinping. Sebelumnya, sejumlah jenderal di Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata China juga sudah dicopot dari jabatannya.
Dikutip dari South China Morning Post, Yang Wei sebelumnya terdaftar sebagai anggota Akademi Ilmu Pengetahuan China, badan akademik tertinggi untuk sains dan teknologi. Namun, pada Senin (16/3/2026), namanya resmi menghilang dari laman tersebut, menurut cuplikan dari Internet Archive, yang merekam konten daring.
Tidak ada penjelasan yang diberikan untuk ketidakhadirannya, atau untuk penghapusan namanya dari laman tersebut. Yang Wei bergabung dengan industri penerbangan milik negara pada 1985. Dia telah lama terlibat dalam pengembangan jet tempur, termasuk pesawat siluman generasi kelima J-20.
Yang Wei dipromosikan menjadi wakil manajer Perusahaan Industri Penerbangan China (AVIC) pada 2018. Produsen pesawat itu merupakan pemain kunci dalam modernisasi militer China dan pemasok serta pengembang utama jet tempur dalam negeri.
Sementara dikutip dari Vision Times, tiga pakar teknologi militer terkemuka China juga telah dihapus dari daftar resmi Akademi Teknik Tiongkok (CAE), menurut pembaruan di laman resminya. Hal itu sebagai tanda terbaru dari perombakan yang sedang berlangsung di sektor pertahanan China.
Ilmuwan radar Wu Manqing, spesialis panduan rudal Wei Yiyin, dan insinyur senjata nuklir Zhao Xiangeng tidak lagi terdaftar di antara 989 anggota CAE. Penghapusan tersebut pertama kali dicatat oleh komentator di platform daring China, NetEase pada 14 Maret 2026.
Ketiganya memiliki hubungan yang sudah lama dengan sistem industri militer China. Kini, lembaga tempat mereka bekerja sebelumnya telah menghadapi investigasi dan perubahan kepemimpinan dalam beberapa tahun terakhir.
Pencopotan ketiga ilmuwan itu terjadi di tengah kampanye antikorupsi yang lebih luas yang telah meluas ke sektor pertahanan dan nuklir China. Pada Februari 2026, beberapa pejabat yang terkait dengan pertahanan dicopot dari posisi mereka di Kongres Rakyat Nasional. Sementara pada Januari 2026, mantan manajer umum China National Nuclear Corporation, Gw Jun, juga ditempatkan di bawah penyelidikan. (red)
