Infokita Investigasi, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada dua satuan tugas (satgas) Korps Marinir yang menorehkan prestasi gemilang di tanah Papua. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan prajurit baret ungu melumpuhkan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) serta merebut puluhan markas pemberontak.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam acara apel komandan satuan tahun 2026 di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Jakarta, Senin (4/5). Dua satuan yang menerima kehormatan tersebut adalah satgas pengamanan perbatasan RI–PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 4 Marinir Gobang V dan Yonif 10 Marinir Gobang IV.
Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV yang beroperasi di wilayah Maybrat, Papua Barat Daya, mencatatkan capaian besar dengan menguasai 56 markas OPM. Dalam operasi di Kampung Imsun dan Kampung Kisor tersebut, pasukan petarung ini juga berhasil melumpuhkan 10 personel kelompok separatis.
Sementara itu, Satgas Yonif 4 Marinir Gobang V meraih predikat sebagai satuan dengan kinerja terbaik versi Komando Operasi (Koops) TNI Habema. Kelompok ini sukses mengamankan berbagai jenis senjata api, amunisi, hingga atribut bendera Bintang Kejora pascakontak tembak di Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire.
“Keberhasilan ini membuktikan prajurit Marinir memiliki kemampuan tempur unggul sekaligus mampu menjalankan pendekatan teritorial (pembinaan wilayah) yang humanis. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi dan loyalitas yang kalian tunjukkan di medan tugas,” tegas Ali, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (5/5).
Aksi Humanis Merebut Hati Rakyat :
Selain kesuksesan operasi militer, kedua satgas ini mendapat pujian karena strategi pendekatan masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Prajurit melakukan berbagai aksi sosial mulai dari pelayanan kesehatan cuma-cuma, membangun tempat ibadah, hingga memasang lampu tenaga surya untuk penerangan desa.
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi mengungkapkan rasa bangganya atas profesionalisme anak buahnya di lapangan. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari disiplin dan semangat juang yang tinggi.
“Pencapaian ini adalah implementasi nyata dari semangat juang dan profesionalisme prajurit petarung Korps Marinir dalam setiap penugasan. Kehadiran kita harus menjadi pelindung serta pengayom bagi rakyat,” ujar Endi.
Melalui prestasi ini, TNI AL menunjukkan stabilitas keamanan di Papua diwujudkan melalui kombinasi ketegasan operasi tempur dan kelembutan pendekatan sosial. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara di wilayah konflik. (red)
