Viral Keributan Debt Collector Vs Ojek Online di Depok Dipicu Penarikan Motor -->

breaking news

News

Baca di Helo

Viral Keributan Debt Collector Vs Ojek Online di Depok Dipicu Penarikan Motor

Kamis, Mei 07, 2026




Infokita Investigasi, Depok - Rekaman video memperlihatkan keributan melibatkan debt collector atau 'mata elang' (matel) dengan driver ojek online di jalanan kawasan Sukmajaya, Depok. Keributan tersebut berujung adu pukul hingga polisi turun tangan.


Dalam rekaman video viral yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah orang tengah adu mulut di jalanan. Keriuhan terdengar saat mereka adu mulut.



Narasi menyebutkan keributan bermula saat debt collector memberhentikan ojol tersebut. Percekcokan terjadi hingga saling adu pukul.


Peristiwa itu terjadi pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 12.17 WIB di Jalan Sentosa Raya, tepatnya di depan Sekolah Yaspen Tugu Ibu, Sukmajaya, Depok. Anggota SPKT menerima Laporan pengaduan melalui layanan call center 110 Polres Metro Depok adanya keributan di lokasi.


"Selanjutnya atas aduan tersebut Piket Pawas, SPKT dan Reskrim telah mendatangi TKP dan menemukan kedua belah pihak yang bertikai," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).


Made mengatakan debt collector tersebut hendak menarik motor yang telah menunggak tiga bulan. Namun dari pihak konsumen keberatan hingga menimbulkan keributan.



"Debt collector (DC) ingin menarik kendaraan bermotor kendaraan roda dua, karena sudah menggunakan selama 3 bulan. Namun dari pihak konsumen tidak mau ditarik kendaraannya yang akhirnya menimbulkan keributan kedua belah pihak," ucapnya.


Anggota Kepolisian Polsek Sukmajaya kemudian membawa kedua belah pihak ke Polsek Sukmajaya untuk diselesaikan. Petugas pun melakukan mediasi kedua belah pihak.


"Selanjutnya kedua belah sepakat untuk di selesaikan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan di atas meterai. Terkait dengan tunggakan selama 3 bulan disepakati diselesaikan di kantor leasing di Pancoran Mas, Kota Depok," tutupnya. (red)