Iran Siaga Perang Apapun Hasil Pemilu Israel dan AS -->

breaking news

News

Baca di Helo

Iran Siaga Perang Apapun Hasil Pemilu Israel dan AS

Minggu, November 01, 2026



Infokita Investigasi, Jakarta - Iran menjadi negara yang paling ekstra mencermati Pemilu Israel dan Pemilu Sela di Amerika Serikat. Negara ini beranggapan, apa pun hasil pemilu di kedua negara yang sangat memusuhi mereka itu tetap mengharuskan militer Iran untuk siaga perang.


Israel sudah menggelar pemilu pada 27 Oktober, yang membuat mayoritas 120 kursi Knesset (parlemen Israel) tak lagi dikuasai koalisi pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Koalisi ini sebelumnya menguasai 61 kursi Knesset tapi kini berkurang menjadi 53 kursi.



Israel pun kembali dihadapkan kepada krisis karena blok oposisi hanya menguasai 48 kursi sehingga tak bisa membentuk pemerintahan, kecuali bersekutu dengan partai-partai Arab yang menguasai 19 kursi.


Sayang, arus utama politik Israel enggan melibatkan partai-partai Arab memerintah di negara itu.


Oleh karena itu, ada kemungkinan Netanyahu tetap berkuasa dengan menarik elemen kanan di blok oposisi pimpinan Gadi Einsekot. Jika itu terjadi, maka Israel hampir pasti menyerang Iran lagi, karena Netanyahu sangat bernafsu menghancurkan Iran.


Kalaupun Einsekot akhirnya menggandeng partai-partai Arab guna mengakhiri Netanyahu dan memerintah Israel, retorika perang melawan Iran tak akan padam. Apalagi Einsekot mesti mengakomodasi elemen kanan dalam bloknya, yakni Partai Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman.


Skenario lain adalah Israel tengah menunggu konfigurasi politik baru di AS setelah Pemilu Sela pada 4 November.



Jika hasil Pemilu Sela menunjukkan dewan legislatif AS dikuasai Partai Demokrat, maka di Israel mungkin akan terbentuk pemerintahan baru yang menurunkan intonasi perang terhadap Iran.


Pemilu Sela diprediksi menghasilkan dewan legislatif AS yang dikuasai Demokrat, paling tidak di majelis rendah atau House of Representatives (DPR).


Jika Demokrat juga menguasai majelis tinggi atau Senat, maka retorika perang terhadap Iran yang selama ini disampaikan Presiden Donald Trump bisa melembut karena prakarsa-prakarsa kebijakan Trump bakal ditapis ketat oleh dewan legislatif AS, termasuk perang terhadap Iran.


Sebaliknya, jika Pemilu Sela dimenangkan oleh Partai Republik, maka Trump hampir pasti melanjutkan perang terhadap Iran, karena merasa mendapatkan mandat kuat dari rakyat melalui Pemilu Sela itu.(red)