Anggota DPRD Muratara dan DPRD Provinsi Akan Tutup Hauling Batu Bara Sopir Terancam Hilang Perkerjaan. -->

Breaking news

News
Loading...

Anggota DPRD Muratara dan DPRD Provinsi Akan Tutup Hauling Batu Bara Sopir Terancam Hilang Perkerjaan.

Tuesday, July 26, 2022

Infokita Investigasi,  MURATARA, - Berdasarkan isu yang berkembang saat ini di kabupaten Musi Rawas Utara yaitu akan di tutupnya kegiatan hauling Batu Bara dari Tri Aryani ke stockfile Simpang Nibung.


Hal itu atas desakan dari beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muratara maupun dari DPRD Provinsi Sumatera Selatan. 


Para anggota dewan yang mendesak penutupan Hauling Batu Bara diantaranya ialah Andika Saputra dan I Wayan Kocap sebagai anggota DPRD Muratara, serta Toyeb Rakembang dan Hasbi Asadiki dari anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan.


Tentunya terdapat sisi negatif dan akan menimbulkan polemik dengan masyarakat. Sebab desakan mereka tidak pro rakyat serta mengancam hilangnya mata pecaharian para sopir yang seyogyanya putra asli Muratara.


Pak Udik Selaku koordinator para sopir  dan putra daerah Nibung saat ditemui awak media pada hari Senin (25/07/2022) menyampaikan bahwa masyarakat Nibung yang mencari nafkah di kegiatan hauling Batu Bara terkena imbas dari desakan para Dewan tersebut. 



Serta memiliki hasrat untuk bertemu langsung dengan dewan yang terhormat agar menjelaskan isu ini kepada kami secara langsung di Nibung.


 "Saya perwakilan sopir putra daerah Nibung kami sangat ingin mengundang  bapak dewan terhormat untuk berdialog dengan kami di Nibung, tolong jelaskan dari menutup kegiatan kami. Karena kami sangat bergantung mencari nafkah di sini." kata Pak Udik.


Pak Udik juga menambahkan jika kegiatan Hauling ini ditutup sanggupkah para wakil rakyat itu mengganti mata pencaharian kami dan memberi nafkah anak istri kami.



" Kami pertanyakan kepada bapak dewan Wayan Kocap, Andika Saputra, Hasbi Asadiki, dan Toyeb Rakembang. Misal kegiatan di tutup ;

1. Apakah sanggup menyediakan lapangan kerja bagi 400 unit armada hauling, 

2. apakah sanggup memperbaiki jalan mulai dari rompok danau sampai denga Simpang nibung.

3. Apakah sanggup memenuhi kebutuhan anak istri para supir.

4. Apakah mampu membayarkan kredit mobil yg ditanggung para supir.

Ingat pak Dewan kami ini masyarakat yang juga harus kalian perjuangkan. Tambah Pak Udik.



Salah satu sopir yang tidak mau disebutkan namanya membeberkan kepada awak media akan menunggu pak Wayan Kocap dan Pak Andika ke Simpang Nibung untuk berdialog.

Apabila tidak mau, maka akan mendatangi gedung DPRD Muratara dan menghadap Bupati Muratara dengam membawa unit yang ada untuk meminta kepastian nasib para sopir dan pekerja apabila kegiatan ini ditutup.(A2)