Babak-belur korban pengeroyokan di dangdutan warga Wirolegi minta kejelasan hukum -->

Breaking news

News

Baca kami di Helo

Babak-belur korban pengeroyokan di dangdutan warga Wirolegi minta kejelasan hukum

Sunday, September 18, 2022


dok. nur/ Orang tua korban meminta kepada pihak yang berwajib untuk segera di tetapkan tersangkanya, (18/9).


Info Investigasi, Jember -- Berawal dari pengaduan masyarakat terhadap wartawan media ini tentang adanya dugaan pengeroyokan yang terjadi di Wirolegi  kecamatan Sumbersari pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2022 yang lalu, namun sampai tanggal 13 September 2022, belum ada pemanggilan dari pihak yang berwajib, untuk itu maka pada tanggal (14/9/2022) wartawan mendatangi korban untuk melakukan konfirmasi, sekaligus mendampingi korban dan orang tua korban ke Polsek Sumbersari kabupaten Jember, baru setelah itu ada tindak lanjut, (18/9).

  

Ditempat terpisah ketika orang tua tepatnya tgl (16/9/2022) orang tua korban dan disaksikan beberapa warga yang hadir ketika di konfirmasi beberapa awak media menyampaikan bahwa awalnya putranya (SG) nama samaran, datang ke rumah (HR) yang punya burung dara untuk mengambil gaji namun tidak ada di rumah, dan disarankan oleh istri HR untuk menemui yang bersangkutan di tempat dangdutan, setelah nyampe di lokasi ternyata ada keributan, akhirnya SG pulang namun diperjalanan diminta oleh seorang ibu-ibu untuk memindahkan kursi, khawatir mengenai orang kursi di angkat agak tinggi oleh SG, akan tetapi tau-tau ada beberapa orang yang di duga yang menendangnya dari belakang, tidak lain yang menendang itu antara lain yang berinisial TF, N, DW. mereka juga panitia hiburan orkes tersebut, dan nama orang yang di duga melakukan pengeroyokan sudah di laporkan ke pihak berwajib yaitu Polsek Sumbersari, pada tanggal yang tertera di LP, akan tetapi sampai sekarang belum ada tersangka.


"Masih menurut orang tua korban bahwa mereka meminta kepada pihak yang berwajib untuk segera di tetapkan tersangkanya karena anak saya trauma, belum lagi tulang belakangnya merasa sakit, itu sudah di buktikan dengan hasil visum yang juga kami serahkan, saya tidak menerima kan anak saya di keroyok seperti itu apalagi anak saya tidak bersalah, saya sebagai rakyat kecil memohon supaya supermasi hukum untuk di tegakkan tuturnya.

    

"Sementara itu Kapolsek Sumbersari kabupaten Jember ketika di konfirmasi via telepon selulernya terkait perkembangan kasus dugaan pengeroyokan itu pada tanggal (14/9/2022) menyampaikan bahwa besok saja ke kantor karena sekarang banyak LP  yang di tangani jelasnya. Bersambung (sj/Tim)