Wakil Walikota Tangsel Sibuk Gratiskan SMP Swasta, SMP Negeri di Tangsel Justru Sediakan Ruang Berbayar -->

breaking news

News

Baca di Helo

Wakil Walikota Tangsel Sibuk Gratiskan SMP Swasta, SMP Negeri di Tangsel Justru Sediakan Ruang Berbayar

Friday, January 05, 2024

Ruang pengayaan atau ruang kelas khusus tersebut terkuak saat pemerintah Kota Tangerang Selatan sedang mensosialisasikan sejumlah sekolah swasta di gratiskan. Dok. Jur/istimewa (5/1).


INFO INVESTIGASI,  Tangerang Selatan- Menyikapi adanya aduan dari beberapa walimurid tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang memiliki ruang kelas khusus ber- Ac dan berbayar, Aliansi Lintas Profesi (ALIP) akan membuat diskusi publik yang melibatkan berbagai unsur elemen masyarakat. Kamis, 04/01/2023.


Koordinator Alip Tangerang Selatan, Zulkaydi Wiranegara SH, MH. CLA mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan acara diskusi publik dengan tema "Kelas Khusus Borju". 


"Entah apa yang menjadi acuan dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan dengan memisahkan murid yang sekolah gratis dengan siswa yang sekolah berbayar dalam lingkup satu sekolah, menurut saya ini bagian dari diskriminasi atau menciptakan perbedaan satu sama lain," Kata Zulkaydi di salah satu Caffe yang terletak di wilayah Pamulang


Ia juga mengatakan, Ruang pengayaan atau ruang kelas khusus tersebut terkuak saat pemerintah Kota Tangerang Selatan sedang mensosialisasikan sejumlah sekolah swasta di gratiskan.


"Ironisnya lagi, ada perbeda,kan fasilitas seperti AC dengan kipas angin. Jadi ruangan untuk siswa SMPN yang berbayar sekira rata-rata Rp.500.000 tiap bulanya mengikuti kegiatan belajar mengajar diruang AC, sedangkan untuk siswa yang tidak berbayar mendpatkan kelas yang menggunakan kipas angin." Imbuh nya.


Tidak cukup begitu saja, Zulkaydi juga menambahkan, Pihaknya akan segera akan mengadakan diskusi publik dengan mengundang Walikota Tangsel,  Kepala Dinas, beberapa Kepala Sekolah SMPN, Komite Sekolah, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa dan lain sebagainya untuk mengupas informasi dari mereka.


"Apakah biaya pembayaran tersebut masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan berapa jumlah nominal, tinggal kalkulasinya kalau ada di semua SMPN yang ada di Tangsel itunganya Rp.500.000 x 30 siswa = Rp.15.000.000 x 24 Sekolah yang ada di Tangsel, jumlahnya fantastis, dikemanakan uangnya? bagaimana dengan bosnas dan bosda?  lalu bagaimana dengan kata-kata Wakil Walikota Tangsel yang menggaungkan di media sosial miliknya dengan kalimat "Mulai tahun ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menganggarkan beasiswa pendidikan SMP Swasta, di 69 sekolah swasta yang tersebar se- Tangsel." itu swasta, lah ini ruang khusus borju apa Wakil Walikota Tangsel tau?." imbuh Zulkaydi yang juga menjabat dosen di salah satu Universitas swasta di Tangsel.

(Red/*)