Dugaan Korupsi DD, Masyarakat Pekon Gunung Tiga Desak APH Panggil dan Periksa Hendi Antoni. -->

breaking news

News

Baca di Helo

Dugaan Korupsi DD, Masyarakat Pekon Gunung Tiga Desak APH Panggil dan Periksa Hendi Antoni.

Thursday, June 06, 2024


Infokita Investigasi -  (Dilansir dari Nusantaranews13.com) -  Masyarakat Pekon Gunung Tiga Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus, Lampung mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) panggil dan periksa Hendi Antoni Kepala Pekon setempat, terindikasi dalam penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2021, 2022, 2023 diduga banyak terjadi penyimpangan Mark'up dan Piktif anggaran hingga ratusan juta rupiah.


"Kami masyarakat mendesak tim audit dari Inspektorat, Kejaksaan Negeri, Polres Kabupaten Tanggamus, agar segera turun ke Pekon Gunung Tiga prihal realisasi pengelolaan anggaran Dana desa tahun 2021, 2022, 2023 dari awal Hendi Antoni menjabat sampai sekarang diduga banyak terjadi penyimpangan anggaran dan tidak transparan," Jumat (7/6/2024).



Dirinya mengatakan Hendi Antoni dalam mengelola anggaran Dana Desa di Pekonnya diduga banyak terjadi penyimpangan Mark'up dan Fiktipkan serta tidak transparan dalam mengelola dana desa.


"Jadi kami harapkan kepada pemerintah daerah, tolong lihat dan lakukan pengumpulan data. Kami siap memberikan keterangan kepada Inspektorat, Kejaksaan Negeri dan Polres melalui Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kabupaten Tanggamus untuk mengungkap kejanggalan dana desa tahun 2021, 2022, 2023," pinta Warga.


Temuan- temuan tersebut dapat di lihat dari anggaran Dana Desa tahun 2021 Pagu Rp. 1.273.059.000 Item

Pembangunan Rehabilitasi/ Peningkatan /Pengerasan jalan lingkungan Pemukiman/Gang Pembangunan Peningkatan Jalan Lapen Volume P. 450 M, d Rp 265.807.200.

Pengerasan jalan (Onderlagh) volume P. 450 M Rp 135. 711.000.


Salah satu warga Blok 1 yang sementara waktu minta dirahasiakan berujar terkait pembangunan jalan Lapen tersebut benar ada, tempatnya dijalan makam blok 1 namun kami kecewa dikarenakan belum lama selesai dikerjakan sudah pada rusak, dikarenakan tidak sesuai dengan spek pengerjaannya, dan anggaran itu sangat besar bang. Ngak tipis kayak gitu, dan indikasi Mark’up jelas banyak sekali.



Kemudian jalan onderlagh, jalan itu setahu kami yang mengerjakan waktu itu mantan Kakon Hendri (almarhum) lalu diteruskan oleh Pj, jadi tidak ada pembangunannya yang di bangun Kakon yang sekarang.


Pemeliharaan gedung/ Prasarana balai Desa/ balai kemasyarakatan (Pengadaan sarana balai Pekon ) Rp.28.000.000


Kantor Pekon itu dari sebelum Kakon Toni, sampai sekarang belum ada perubahan, hanya dikerjakan cuma pengecatan, dan kalau ditotal anggarannya Rp 5 juta sama upah sudah lebih dari cukup, karena ukuran bangunannya kecil. Dan itupun di cat cuma sekali, catnya juga sudah pada rontok, karena catnya bukan yang kwalitas bagus. Memang Kakon kami ini sangat luar biasa memanipulasi anggaran untuk memperkaya diri sendiri. Padahal DD itu kan keperuntukannya untuk kemajuan Pekon, tapi kenyataannya tidak sesuai harapan,” celotehnya.


Penanggulangan Bencana (Sarana dan Prasarana Tanggap Darurat Bencana)

Rp 18.000.000

Perlengkapan Kesehatan Tanggap Darurat Bencana) Rp19.000.000

Terselenggaranya Pelayanan Tanggap darurat bencana Rp 17.195.720


Pembangunan pos, pengawasan pelaksanaan jadwal ronda/patroli (Pengadaan Pos Keamanan Desa ) Rp 12.000.000

Penyelenggaraan Pos Keamanan Desa

Rp 3.000.000.


Ditambahkannya, terkait item tersebut, saya jelaskan bang, terkait tanggap darurat bencana, kami juga pertanyakan dimana anggaran itu, di tahun 2021 tidak ada bencana, dan bencana apa? Kemudian perlengkapan tenda itu memang sudah ada dari jaman PJ, ditambah lagi pelayanan tanggap darurat bencana, kami juga kaget, rupanya dianggarkan sama Kakon, tapi tidak ada realisasinya.


Selanjutnya pembangunan pos ronda, kami pastikan itu tidak ada. Pos ronda itu dibangun pada masa mantan Kakon Paisal lalu di jaman kakon Toni, pos ronda ada perehaban, waktu perehaban itu, dana nya dari warga, dan dikerjakan dengan bergotong- royong. Kakon sama sekali tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Kalau Abang mau tanya anggarannya, tanya langsung sama Kakon Toni, dimana anggaran itu. Dan kami baru tahu, kalau pembangunan pos ronda dianggarkan melalui Dana Desa,”sesal warga blok 1


Pemeliharaan Sarana dan Prasarana PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Pekon Rp 37.079.000.

Pengembangan dan Pembinaan Sanggar Seni dan Belajar/Peralatan Kesenian (Pengadaan Alat Hadroh Pekon)

Rp 10.000.000.


Ditempat terpisah, saat ditemui awak media, salah satu guru paud menjelaskan, dimana ada pemeliharaan gedung paud, sementara kami gedung nya saja tidak ada. Bahkan yang mirisnya lagi anak-anak kami mau belajar kayak kucing beranak, pindah sana sini sampai sekarang tidak ada perhatian dari Kakon Toni. Untuk insentif guru Paud, disini semuanya ada 4 orang, dan satu tahun kami digajih cuma Rp 500 ribu perorang, jadi kalau 4 orang cuma Rp 2.000.000 juta saja. Selain itu tidak ada bang.


Pemeliharaan fasilitas pengelolaan sampah (Penampung bank sampah dan pembersihan pengelolaan sampah lingkungan Pekon gunung tiga Rp 8.526.800 dan Rp 9.720.000 total Rp 18.246.800.


Kemudian penampungan bank sampah, itu saya pastikan tidak ada, kami disini kalau mau buang sampah ya di rumah masing- masing, ada yang dengan cara dibuatkan lobang lalu dibakar di rumah masing- masing. Jelas anggarannya itu di Aktifkan Kakon kami.


Berikutnya anggaran di tahun 2022 Pagu

Rp. 1.018.840.000 dengan Item


Pembangunan Jalan Usaha Tani (Pembangunan Peningkatan Jalan Onderlagh P. 410 METER) Rp183.651.000

Pembangunan rehabilitasi peningkatan jalan Desa Gorong- gorong/selokan box drainase prasarana jalan lain ( TPT Dusun 8 volume 0,3 M X 0.6 M X 200 M)

Rp. 55.000.000.


Ditempat berbeda warga Blok II mengatakan terkait Onderlagh yang dimaksud, memang ada bang menuju jalan usaha tani, namun realisasinya tidak sesuai dengan anggaran yang ada, pemasangan batunya pun jarang- jarang, kami disini hampir rata- rata buruh tani dan bangunan, kalau dikalkulasikan Seratus juta baik material dan upah tukang sudah lebih dari cukup, dan ngak kayak begini. indikasi Mark’up nya terlalu nampak dipandang mata.


“Begitu juga TPT yang berada di Dusun 8 itukan dipasang talud hanya sebelah saja bang, waktu itu warga yang berdekatan di dusun 8 tersebut berharap pemasangan talud nya kiri- kanan. Kalau begini saat hujan turun, pasti volume airnya masuk kerumah warga, padahal waktu itu bisa dibangun semua, mengingat anggarannya cukup besar.


Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan ( Sekretariat Penanganan Covid-19) Rp 27.687.200.

Penyemprotan cairan Disinfektan Rp 6.400.000

Penyediaan ruang Isolasi Rp 6.000.000


Terkait hal itu, di tahun 2022 covid 19 sudah berakhir dan sekretariat penanganan covid nya pun sudah tidak ada lagi, kan yang bangun sekretariatnya jaman PJ, yang anehnya masih saja dianggarkan, jadi dikemanakan anggaran sebesar itu.


Pihaknya menambahkan untuk penyemprotan memang ada, tapi hanya sekali saja, dan itupun bukan ke rumah- rumah warga, yang disemprotkan dari jalan- jalan saja.


Operasional Ambulance Pekon Rp 37.000.000.


Kemudian operasional Ambulance Pekon, disini kalau warga ada yang ingin berobat kerumah sakit itu diminta biaya oleh Kakon Toni. Kalau ke Pringsewu biayanya Rp 150 ribu, sedangkan ke B.lampung biayanya Rp 200 ribu alasannya untuk uang minyak. Dan jelas ada indikasi kecurangan anggaran tersebut.


Pemeliharaan jalan usaha tani (Pembersihan Jalan Usaha Tani)

Rp. 21.136.000


Iya juga memaparkan pembersihan jalan usaha tani, itu dikerjakan melalui gotong- royong semua warga, jadi ngak ada anggaran yang diberikan ke warga yang melaksanakan gotong- royong tersebut.


Pemeliharaan Sarana dan Prasarana PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa (Dukungan Pemeliharaan Masjid /TPQ) Rp14.000.000

Penanggulangan Bencana (Pelayanan Tanggap Darurat Bencana) Rp 13.150.000.

Pembangunan pos, pengawasan pelaksanaan jadwal ronda/patroli dll

Pos Keamanan Desa (Pembangunan Pos Ronda) Rp 12.520.000.


Prihal anggarkan pemeliharaan sarana Masjid, ini pun jadi tanda tanya kami, apakah tersalurkan semua atau pun tidak, karena bisa dilihat masjid kami bang, belum semua dilakukan pengecatan.


Ada lagi dana penanggulangan Bencana (Pelayanan tanggap Darurat Bencana) waktu itu pernah terjadi banjir bang, di blok 1 ke arah makam, nah yang menerima ada 11 KK dan yang memberikan bantuan berupa uang dari Pertamina sebesar Rp 250 Per KK, terus dari Pemuda Ganjar beras 5 Kg, telur 1 Kg, Supermi 10 bungkus, kemudian dari Zulki berupa minyak kelapa, Indomie, dan roti satu pak dan obat- obatan dari dinas kesehatan, kalau dari Pekon tidak ada, hanya saja waktu kejadian Kakon ada di tempat.


Dan lagi pembangunan pos ronda, berulang dianggarkan, namun realisasinya tidak ada, jangankan mau bangun, rehabnya pun dananya melalui swadaya masyarakat. Dan sudah jelas dana tersebut masuk kantong Pribadi Kakon,”sesalnya warga.


Kemudian anggaran di tahun 2023 pagu Rp. 871.620.000


Pembangunan Jalan Usaha Tani (Lapen 3 m x 410 m) tahap I Rp. 119.291.000 +

Rp 286.409.000 dengan jumlah keseluruhan Rp. 405.700.000.


Dilain tempat warga blok III dan IV saat menerangkan hal yang sama, terkait pembangun arah Impres betul ada pisik kegiatannya, namun melihat dari bangunannya menurut kami sangat tidak masuk akal, Abang kan sudah liat hasil nya sesuai apa tidak, dari kwalitas dan volumenya saja, mungkin setengah anggaran tersebut sudah lebih dari cukup, tapi yang anehnya kok tim pengawas dari Kecamatan terkesan bungkam, atau memang terkesan tutup mata bang.


Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang (Rabat Dusun 2) Rp 20.061.000.

Pengadaan Perpustakaan Digital Rp 15.000.000.


“Iya memaparkan item Rabat beton Dusun II di tahun 2022 tidak ada, adapun yang di realisasikan Kakon tempatnya pas di samping kantor Pekon, kurang lebih hampir 1 bulan ini, Abang kan sudah liat, bangunan masih baru tapi sudah pecah- pecah dan mengelupas. Karena banyak pasir, kemudian batu krokosnya sedikit begitu juga semennya, bangunnya terkenal asal-asalan demi meraup keuntungan lebih besar,” keluhnya.


“Terus pengadaan Perpustakaan digital itu, dimana tempatnya, dan kalaupun ada kami juga mempertanyakan pungsinya dimasyarakat apa, tidak ada tuhh, Kakon menyampaikan ke kami kalau dikantor Pekon ada perpustakaan digital, dan kami juga tahu apa saja isi kantor selama dia menjabat.


Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Lampu Jalan) Rp 110.000.000.

Langganan surat kabar/ rajin membaca tahap I Rp. 49.368.000+ tahap II Rp 50.000.000 total keseluruhan Rp 99.368.000.


Pelatihan/Penyuluhan/Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat

(Sadar hukum) Rp 25.373.096.


Kemudian pengadaan Sonsistem Pekon Rp 10.000.000.

Ada lagi kegiatan penyuluhan sosialisasi Kepada masyarakat dibidang Hukum dan perlindungan masyarakat (sadar Hukum) Rp 25.373.096.

Kapasitas Perangkat Desa (Pelatihan Pajak) Rp 17.195.000.

Peralatan kesenian( sarana dan prasarana adat Kuntau) Rp 15.400.000.


“Jadi dalam hal ini, kami selaku masyarakat berharap persoalan ini berlanjut ke aparat penegak hukum, jika nanti dibutuhkan, kami siap memberikan keterangan yang sebenar- benarnya.

kepada APH baik itu Inspektorat, Kejaksaan Negeri (Kejari), dan Polres Kabupaten Tanggamus.


Lebih lanjut, ketika ini terus menerus dibiarkan, maka Pekon kami sampai kapan pun jauh dari kata maju. Anggaran DD itukan keperuntukannya untuk masyarakat Pekon, bukan untuk kepentingan pribadi,” harap warga Pekon Gunung Tiga.


Saat Kepala Pekon Hendi Antoni dikompirmasi menjelaskan saya belum bisa menjawab yang nanti saya jawab setelah kamu apakah, sekarang kayakmana saya mau jawabnya. Dan Nanti ada realisasinya lengkap dan bukti ada, sekarang terserah km maunya gimana. Jadi tidak ada pengerjaannya Piktif selama pengerjaan saya, dan boleh disaksikan, boleh dibuktikan sediri.


“Saya mau menjawab pemberitaan, sementara belum ada beritanya jadi saya bingung mau bagaimana. Kalau kamu mau mencari- cari kesalahan kita semuanya ini ada kesalahan, nah boleh nanti bagaimana kesalahan kamu dan kesalahan saya dimana.


Tambah Kakon, Oke, Kitakan ada Undang-undang jadi kita berpedoman kepada undang undang,” kilahnya Kakon Antoni. (Deni Abson)

Sumber: Andika