Infokita Investigasi, Amsterdam - Perjalanan klub-klub Belanda di kompetisi Eropa musim ini berakhir dengan hasil pahit. Tidak hanya PSV Eindhoven dan Ajax Amsterdam yang gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions pada Kamis (29/1), wakil Eredivisie lainnya juga mengalami nasib serupa pada laga penentuan Liga Europa yang digelar sehari setelahnya.
Musim ini menjadi periode yang berat bagi sepak bola Belanda. PSV Eindhoven dan Ajax Amsterdam lebih dulu dipastikan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah pada matchday terakhir.
PSV takluk 1-2 dari Bayern Munchen di kandang sendiri, sedangkan Ajax harus mengakui keunggulan Olympiakos dengan skor serupa. Hasil itu membuat PSV finis di posisi 28 dan Ajax terpuruk di peringkat 32 dari total 36 peserta. Hanya 24 tim teratas yang berhak melanjutkan kompetisi.
Bagi PSV, kegagalan itu terasa menyakitkan karena mereka sebenarnya hanya membutuhkan satu poin dari tiga laga terakhir.
Sempat menyamakan kedudukan saat menghadapi Bayern, tim asuhan Peter Bosz akhirnya kembali kebobolan pada menit-menit akhir.
Pendekatan bermain menyerang yang konsisten diterapkan Bosz kembali menghadirkan risiko besar.
Upaya menguasai bola dan membangun serangan dari lini belakang kerap membuat PSV rentan, terutama saat menghadapi tim dengan kualitas individu dan pengalaman Eropa yang jauh lebih matang.
Ajax menghadapi masalah berbeda. Sepanjang fase kompetisi, performa mereka cenderung datar dan minim urgensi. Kebangkitan yang muncul di laga-laga akhir tidak cukup untuk menutup ketertinggalan poin yang terlanjur besar.
Kekecewaan tim sepak bola Belanda berlanjut sehari kemudian. Pada Jumat (30/1) wakil Eredivisie lainnya juga gagal meraih hasil maksimal di ajang Eropa.
Feyenoord harus mengakhiri langkah mereka setelah kalah 1-2 dari Real Betis. Sebuah hasil yang membuat klub asal Rotterdam itu finis di posisi ke-29 dan gagal menembus zona aman klasemen.
Nasib serupa dialami FC Utrecht. Bertandang ke markas Celtic, Utrecht menelan kekalahan 2-4 dalam laga yang berjalan sengit. Kekalahan itu menempatkan Utrecht di peringkat ke-34, sekaligus memastikan mereka tersingkir dari persaingan. (red)
