Infokita Investigasi, JAKARTA - Jumat (27/2/2026), Bagong adalah tokoh Punakawan bungsu dalam wayang kulit Jawa (anak Semar), simbol rakyat kecil yang jujur, sederhana, namun berani menyuarakan kebenaran dengan humor ndobleh (lucu/berani). Berasal dari bayangan Semar, Bagong mewakili "karya" atau perbuatan, digambarkan bertubuh gemuk-pendek, mata besar, dan suara lantang.
Bagong asal usulnya (Bayangan Semar), menurut cerita, Sang Hyang Tunggal menciptakan Bagong dari bayangan Semar untuk menjadi teman setianya.
Ini melambangkan bahwa manusia tidak bisa lepas dari bayangannya sendiri, atau simbol kejujuran yang paling murni.
Bagong dikenal paling lugu, humoris, namun sangat pemberani, jujur, dan blak-blakan. Ia tidak takut mengkritik siapa pun, termasuk raja, sehingga sering menjadi perwujudan suara hati nurani rakyat kecil.
Bagong digambarkan berwajah mirip Semar namun berwarna hitam (atau kombinasi hitam-putih), dengan bibir ndobleh (memiliki bibir bawah panjang), hidung pesek, dan bentuk badan bulat-gemuk.
Nama lain Bagong juga dikenal dengan sebutan Bawor (Banyumasan) atau Astrajingga.
Peran dalam pewayangan, Bagong mendiami Padhukuhan Karang Kabolotan dan menikah dengan Dewi Bagnawati.
Dalam pagelaran, ia bertugas menghibur sekaligus menyampaikan kritik sosial, mewakili rakyat jelata yang berhak mengekspresikan senang, susah, bahkan marah. (Reporter : Widi)
