Infokita Investigasi, Jakarta - Angkatan Udara AS (USAF) telah merilis gambar pertama drone tempur YFQ-44A Fury yang dikembangkan oleh Anduril, dengan membawa sepasang rudal AIM-120.
Namun, rudal rudal udara ke udara jarak menengah canggih (AMRAAM) yang dibawa oleh YFQ-44A Fury tersebut bukanlah rudal aktif, melainkan dummy. Selasa (24/2/2026)
Evaluasi pengangkutan terikat (captive carry) ini guna memvalidasi kelaikan terbang, kinerja struktural dan aerodinamis, serta kompatibilitas senjata yang aman.
Tes ini juga memastikan bahwa integrasi senjata memenuhi persyaratan keselamatan dan kinerja sebelum melanjutkan ke fase pengujian selanjutnya, yakni uji tembak dengan rudal aktif.
Untuk spesifikasinya, YFQ-44A Fury berdimensi panjang 6,1 m dan rentang sayap 5,2 m. Ditenagai satu mesin turbofan FJ44-4M dengan kecepatan maksimum mencapai 0,95 Mach.
YFQ-44A merupakan finalis untuk program CCA (Collaborative Combat Aircraft) yang bersaing dengan YFQ-42A Dark Merlin dari General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI) serta YFQ-48A Talon Blue rancangan Northrop Grumman.
Program CCA ini merupakan upaya USAF untuk memproduksi sejumlah besar pesawat nirawak modular dengan biaya yang terjangkau.
Drone-drone tempur ini dirancang untuk beroperasi bersama pesawat tempur berawak seperti Lockheed Martin F-35A Lightning II, juga dengan pesawat tempur generasi keenam F-47 yang sedang dikembangkan oleh Boeing.
Sebagai “Loyal Wingman”, drone CCA akan mendukung pesawat tempur berawak, guna memperluas jangkauan sensornya dan menyediakan daya tembak tambahan.
Dalam misi tempurnya, setiap satu jet tempur berawak dapat mengendalikan beberapa drone CCA sekaligus, menciptakan kekuatan jaringan yang meningkatkan kesadaran situasional dan efektivitas tempur. (red)
