Infokita Investigasi,JAKARTA – Pasukan AS dilaporkan berada dalam posisi siap melancarkan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini. Anadolu, kantor berita Turki, melaporkan pada Kamis (19/2), pasukan AS telah bersiap untuk kemungkinan melakukan serangan ke Iran setelah kekuatan udara dan laut dikerahkan ke Timur Tengah.
Meski begitu, Presiden Donald Trump disebut belum membuat keputusan akhir. Pada Rabu, Trump menggelar pertemuan untuk meninjau perkembangan terbaru dengan Iran dan mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk negosiasi diplomatik dan opsi militer, menurut laporan portal berita Axios seperti dikutip oleh Anadolu.
Pertemuan itu dihadiri utusan Timur Tengah Steve Witkoff, penasihat senior Jared Kushner, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Mereka memberikan pengarahan kepada Trump tentang pembicaraan nuklir dengan delegasi Iran di Jenewa pekan ini dan kemungkinan opsi yang akan diambil.
Para pejabat memperingatkan, opsi militer terhadap Iran berisiko memicu konflik regional yang jauh lebih luas dibandingkan operasi terbatas di Venezuela pada Januari lalu.
Dilaporkan CBS News, dilansir Al Jazeera, Kamis (19/2), seorang pejabat keamanan nasional membocorkan lini masa potensi operasi militer AS di Iran kemungkinan akan melebihi akhir pekan mendatang.
Diskusi terus dilaksanakan di antara pejabat Gedung Putih menimbang eskalasi implikasi politik dan militer yang lebih luas akibat serangan terhadap Iran.
Sementara itu, beberapa pejabat mengatakan Pentagon memindahkan beberapa personel keluar dari Timur Tengah ke Eropa dalam beberapa hari ke depan sebagai pencegahan atas potensi aksi balasan dari Iran.
Menurut sumber, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kurun dua pekan ke depan.
Seakan sudah mengetahui akan diserang, militer Iran pada Senin (16/2) menggelar latihan operasi di Selat Hormuz. Komandan tertinggi angkatan laut Iran menyatakan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mempertahankan “dominasi intelijen penuh selama 24 jam” di Selat Hormuz dalam latihan itu.
Kepala Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mencakup permukaan laut, udara, hingga bawah permukaan, sebagaimana dikutip media pemerintah Iran.
Ia menyebut pengawasan tersebut bertujuan menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz, yang setiap hari dilalui lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal kontainer, menjadikannya salah satu jalur perdagangan maritim tersibuk di dunia.
Menurut Tangsiri, latihan militer berlangsung di Teluk Persia dan Selat Hormuz, dengan pulau-pulau di kawasan tersebut berfungsi sebagai “benteng pertahanan” yang berada di bawah tanggung jawab penuh Angkatan Laut IRGC. (red)
