Infokita Investigasi, JAKARTA - Ketegangan perang antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran terus meningkat setelah gelombang besar rudal dan drone Iran menghantam wilayah Israel. Dikutip dari Al Jazeera, layanan ambulans Israel melaporkan satu perempuan Israel tewas dan sedikitnya 121 orang lainnya terluka, sebagian besar dengan luka ringan. Minggu,(1/3/2026)
Militer Israel menyatakan mayoritas rudal dan drone berhasil dicegat atau ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara. Namun, beberapa proyektil dilaporkan lolos dan menghantam wilayah Tel Aviv serta Beit Shemesh, kota yang terletak di sebelah barat Yerusalem.
Pecahan proyektil juga dilaporkan jatuh di wilayah Tepi Barat yang diduduki, dekat kota Qalqilya di bagian utara. Hingga kini belum dapat dipastikan apakah serpihan tersebut berasal dari rudal Iran atau dari rudal pencegat sistem pertahanan Israel.
Serpihan itu disebut jatuh menjauh dari permukiman ilegal Israel dan lebih dekat ke wilayah permukiman Palestina. Sistem pertahanan Israel diketahui dirancang untuk melindungi warga Israel, termasuk para pemukim ilegal di Tepi Barat, namun tidak memberikan perlindungan bagi warga Palestina yang tinggal di bawah pendudukan militer.
Diduga, sistem pertahanan tersebut mengalihkan rudal menjauh dari permukiman Israel dan jatuh ke wilayah Palestina. Pada Sabtu pagi, seorang warga Palestina dilaporkan terluka di kota Beit Sahour, selatan Tepi Barat yang diduduki Israel.
Sepanjang hari yang sama, pasukan Israel juga dilaporkan menewaskan satu warga Palestina di dekat Hebron. Di saat rudal-rudal menghantam Israel, para pemukim Israel juga disebut tetap melanjutkan serangan terhadap warga Palestina.
Drone Jatuh di Dekat Bandara Erbil, Irak . Di wilayah lain, sebuah drone dilaporkan jatuh di dekat Bandara Internasional Erbil di Irak utara. Media lokal menyebutkan kepulan asap besar terlihat dari lokasi jatuhnya drone tersebut.
Belum ada rincian resmi mengenai dampak insiden ini.. Namun seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa Bandara Erbil di wilayah otonom Kurdi menjadi sasaran dua kali dalam respons Iran atas serangan Israel dan Amerika Serikat.
Sistem pertahanan udara dilaporkan berhasil mencegat serangan drone tersebut. Amerika Serikat diketahui masih menempatkan pasukan di wilayah Kurdi Irak sebagai bagian dari koalisi internasional melawan ISIL (ISIS).
Ledakan Terdengar di Doha, 16 Orang Terluka Situasi juga memanas di kawasan Teluk. Sedikitnya 11 ledakan terdengar di langit ibu kota Qatar, Doha, menurut laporan warga setempat.
Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan total 16 orang terluka akibat serangan Iran, setelah delapan korban tambahan tercatat dalam pembaruan terbaru. Otoritas juga menyebutkan adanya “kerusakan material terbatas di berbagai wilayah”.
Perkembangan ini menandai meluasnya dampak konflik yang kini tidak hanya terbatas pada wilayah Israel dan Palestina, tetapi juga menjalar ke Irak dan Qatar. Hingga kini, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih sangat dinamis dan berpotensi terus berkembang. (red)
