Batara Guru ; "Akibat kesombongan di waktu muda dikutuk oleh Sang Hyang Tunggal." -->

breaking news

News

Baca di Helo

Batara Guru ; "Akibat kesombongan di waktu muda dikutuk oleh Sang Hyang Tunggal."

Saturday, March 07, 2026



Infokita Investigasi, JAKARTA - Sabtu,(7/3/2026) Batara Guru (Manikmaya) adalah raja para dewa di Kahyangan Suralaya, putra Sang Hyang Tunggal, yang digambarkan bertangan empat, bercaling (taring), berkaki lumpuh, dan menunggangi Lembu Andini. Sebagai penguasa tertinggi


Batara Guru mengatur takdir, wahyu, dan hukum dunia. Kisah terkenalnya meliputi sayembara menelan gunung untuk menjadi raja, kutukan terhadap Dewi Uma menjadi Batari Durga, dan kelahiran Batara Kala. 



Kisah cerita Batara Guru lahir dari telur yang merupakan wujud Sang Hyang Manikmaya. Ia terpilih menjadi raja dewa setelah memenangkan sayembara melawan kakak-kakaknya, Batara Antaga (Togog) dan Batara Ismaya (Semar), dengan berhasil menelan dan memuntahkan kembali Gunung Saloka.


Akibat kesombongannya saat muda, ia dikutuk oleh Sang Hyang Tunggal memiliki cacat fisik  bercaling, leher berbelang (karena meminum racun), kaki lumpuh, dan berlengan empat.


Kisah Dewi Uma dan Batara Kala,  Batara Guru bersenggama dengan istrinya, Dewi Uma, di atas Lembu Andini. Karena dianggap menodai kesucian, ia mengutuk Dewi Uma menjadi Batari Durga. Kama (nafsu) yang jatuh ke laut menjadi Batara Kala, raksasa yang diperintahkan menjaga istrinya di Setra Gandamayu.


Anak-anak dan peran dari Dewi Uma, ia memiliki putra seperti Batara Sambu, Brahma, Indra, Bayu, dan Wisnu. Ia bertugas memberikan wahyu dan keadilan kepada manusia maupun dewa. 


Batara Guru juga dikenal dalam mitologi lain seperti Bugis (Sureq Galigo) sebagai La Togeq Langiq, anak Sang Patotoqe. Dalam wayang, ia unik karena sering digambarkan menghadap ke depan.

(Reporter ; Widi)