PERINTAH HARIAN KETUA UMUM LASKAR SANGIDU PUTIH MENGHIMBAU : "MENJELANG HARI BURUH UNTUK MENJAGA KONDUSIFITAS PADA AKSI HARI BURUH 1 MEI 2026. DI JAKARTA" HINGGA DI TINGKAT PALING BAWAH. -->

breaking news

News

Baca di Helo

PERINTAH HARIAN KETUA UMUM LASKAR SANGIDU PUTIH MENGHIMBAU : "MENJELANG HARI BURUH UNTUK MENJAGA KONDUSIFITAS PADA AKSI HARI BURUH 1 MEI 2026. DI JAKARTA" HINGGA DI TINGKAT PALING BAWAH.

Senin, April 27, 2026






Infokita Investigasi, JAKARTA, Senin,(27/04/2026) - Ketua Umum Laskar Sangidu Putih Sdr Lamin Sumarlan S.E  mengingatkan masyarakat agar tak mudah terprovokasi dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik, khususnya menjelang momentum peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday), 1 Mei 2026.


Menurut Lamin Sumarlan, berbagai kerusuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa sebelumnya tidak bisa dilihat sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Ia menilai, terdapat indikasi kuat adanya kepentingan tertentu yang bermain di balik mobilisasi massa hingga memicu tindakan anarkis.



“Kerusuhan itu bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ada kepentingan politik, bisnis, dan lainnya. Bahkan, massa yang terlibat seringkali bukan massa dengan agenda jelas, melainkan kelompok yang dimobilisasi dan diarahkan untuk melakukan kekerasan.


Ketua Umum Laskar Sangidu menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa agar tidak terjebak dalam skenario pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi tidak kondusif.


Menjelang peringatan Mayday, Ketua Umum Laskar Sangidu juga menyampaikan harapannya agar seluruh elemen buruh dapat memperingati hari tersebut dengan tertib dan damai dan perintah ini di komunikasikan sampai ketingkat paling bawah PAC Laskar Sangidu Putih Indonesia 



Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak. Tapi jangan sampai terpancing provokasi yang justru merugikan kita semua. Kalau terjadi kerusuhan, dampaknya luas dan kembali ke masyarakat juga.


Ia menekankan bahwa menjaga ketertiban dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya iklim demokrasi yang sehat dan kondusif di Indonesia. (SMC)