Jayadrata : "Sekuat apapun dan memiliki kesaktian luar biasa jika berpihak yang salah ia akan hancur." -->

breaking news

News

Baca di Helo

Jayadrata : "Sekuat apapun dan memiliki kesaktian luar biasa jika berpihak yang salah ia akan hancur."

Sunday, March 08, 2026



Infokita Investigasi, JAKARTA - Minggu (8/3/2026), Jayadrata (atau Jayajatra dalam pelafalan Jawa) adalah tokoh penting dalam wiracarita Mahabharata, yang dikenal sebagai raja Kerajaan Sindhu dan ipar para Kurawa (suami Dursilawati, adik Duryudana). Ia merupakan ksatria yang sakti namun berpihak pada kejahatan, sehingga akhirnya gugur dalam perang Bharatayuddha. 



Jayadrata dalam pewayangan  adalah putra dari Wredaksatra (atau Wredaksetra). istri: Ia menikah dengan Dewi Dursilawati, adik satu-satunya dari seratus bersaudara Kurawa (putri Prabu Destarastra dan Dewi Gendari).


Watak Jayadrata digambarkan memiliki watak licik, pengecut, sombong, namun cukup sakti. Ia dikenal memiliki senjata gada dan kesaktian yang didapat dari anugerah dewa. 


Salah satu kisah terkenal Jayadrata adalah upaya penculikan Dewi Drupadi, istri Pandawa, saat mereka berada di hutan dalam masa pembuangan. Jayadrata yang terpesona oleh kecantikan Drupadi mencoba membawanya kabur. Tindakan ini memicu kemarahan Pandawa, khususnya Werkudara (Bima) dan Arjuna, yang akhirnya berhasil mengalahkan dan mempermalukan Jayadrata. 



Dalam perang Bharatayuddha, Jayadrata berpihak pada Kurawa. Ia memainkan peran kunci dalam gugurnya Abimanyu, putra Arjuna. 


Jayadrata ikut serta dalam menghalangi para ksatria Pandawa (selain Abimanyu) masuk ke dalam formasi Cakrabyuha yang dirancang oleh Drona.


Meskipun Abimanyu tewas oleh putra Dursasana, Jayadrata ikut serta bertanggung jawab atas pengepungan yang melemahkan Abimanyu. 


Sumpah Arjuna dan Kematian Jayadrata akibat keterlibatan Jayadrata dalam gugurnya Abimanyu, Arjuna bersumpah akan membunuh Jayadrata sebelum matahari terbenam keesokan harinya, atau Arjuna akan membakar dirinya sendiri. 


Meskipun Kurawa melindungi Jayadrata dengan sangat ketat , Kematian dengan bantuan Krishna, Arjuna berhasil menipu Jayadrata. Saat matahari tampak terbenam karena tertutup awan, Jayadrata keluar dari persembunyian karena merasa aman. Arjuna kemudian memanah kepala Jayadrata hingga putus, sesuai dengan wasiat dari ayah Jayadrata bahwa siapa yang menjatuhkan kepala Jayadrata ke tanah akan mati seketika.


Arjuna memanah kepala tersebut hingga jatuh di pangkuan ayah Jayadrata yang sedang bertapa, menyebabkan ayahnya kaget dan menjatuhkan kepala anaknya, yang berakibat sang ayah pun tewas. 


Jayadrata menjadi contoh dalam pewayangan bahwa sekuat apapun seorang ksatria, jika berada di pihak yang salah (Kurawa), ia akan hancur.

(Reporter ; Widi)