Infokita Investigasi, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta anak buahnya mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode libur Lebaran 2026. Di antaranya, kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, dan perkelahian antar kelompok
Hal itu disampaikan Kapolri saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subianto di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Total 161.243 personel gabungan yang dilibatkan dalam operasi terpusat ini.
Sigit memerintahkan patroli rutin harus dilakukan oleh pam swakarsa untuk mengantisipasi kerawanan tersebut.
“Berdasarkan mapping kerawanan, terdapat beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi, antara lain kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, dan perkelahian antarkelompok,” kata Sigit dalam amanatnya, Kamis (12/3/2026).
Sigit menambahkan Operasi Ketupat 2026 ini akan diselenggarakan mulai 13-25 Maret 2026 dengan 185.607 objek pengamanan yang terdiri dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara. Selama operasi ini, didirikan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu.
Apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026). tirto.id/Ayu Mumpuni
Sigit juga mengingatkan agar mengantisipasi kondisi cuaca selama masa libur lebaran. Pasalnya, BMKG memprediksi secara umum Indonesia dalam kondisi berawan hingga hujan lebat. Oleh karena itu, perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
“Untuk itu diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada tahap pra, saat, dan pascabencana,” ungkap Sigit.
Di sisi lain, Sigit mengatakan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 sampai dengan 15 Maret 2026 dan 8 sampai dengan 9 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 sampai dengan 25 Maret 2026 dan 28 sampai dengan 29 Maret 2026.
“Kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakannya. Terlebih lagi terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik,” kata Sigit.
Sementara itu, Panglima TNI menyatakan keterlibatan TNI dalam Operasi Ketupat adalah wujud komitmen bersama mengamankan perayaan Idul fitri serta arus mudik dan balik lebaran. Agus memastikan Prajurit TNI akan maksimal dalam memberikan pelayanan dan pelindungan kepada masyarakat demi menjamin kelancaran dan keselamatan para pemudik.
“Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawab, dan menjaga profesionalisme serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Agus. (red)
