Lampu hijau dari London: Belasan pengebom strategis B-1B telah siap siaga di Inggris -->

breaking news

News

Baca di Helo

Lampu hijau dari London: Belasan pengebom strategis B-1B telah siap siaga di Inggris

Saturday, March 14, 2026



Infokita Investigasi, Jakarta - Langkah militer Amerika Serikat di RAF Fairford, Inggris, baru-baru ini memicu perhatian besar. Bukan sekadar latihan rutin, pengerahan lebih dari selusin pesawat pengebom strategis B-1B Lancer ke wilayah tersebut menandai kesiapan penuh Washington untuk melancarkan operasi jarak jauh terhadap Iran.


Menariknya, Inggris sempat menolak keras penggunaan pangkalan udaranya untuk Operasi Epic Fury.



Namun, pendirian London berubah drastis setelah sebuah drone Shahed berhasil menembus pertahanan dan menghantam hanggar pesawat pengintai U-2 milik AS di pangkalan Inggris di Siprus.


Insiden tersebut menjadi katalisator bagi AS untuk segera memperkuat kehadirannya di Eropa.


Pengerahan selusin armada pengebom B-1B, disebut-sebut sebagai operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Sebab, saat ini Angkatan Udara AS (USAF) hanya memiliki 44 unit B-1 yang beroperasi, dengan tingkat kesiapan misi (mission capable rate) yang cukup memprihatinkan, yakni hanya 47%.


Artinya, dari seluruh armada yang ada, hanya sekitar 21 pesawat yang benar-benar siap tempur. Dengan mengirimkan 12 hingga 15 unit ke Inggris (termasuk beberapa B-52), AS praktis telah mengerahkan lebih dari separuh kekuatan pemukul B-1 mereka yang tersisa di seluruh dunia ke satu titik.


Monster Logistik yang Tak Tergantikan.bMeski sering diterpa masalah kesiapan teknis, B-1B Lancer tetap menjadi “anak emas” dalam skenario serangan masif karena beberapa keunggulan mutlak pesawat ini.



B-1B memiliki kapasitas muatan terbesar, bahkan melebihi B-52 Stratofortress. B-1B mampu membawa hingga 75.000 pon (34 ton) amunisi, melampaui kapasitas B-52 yang 70.000 pon (hampir 32 ton), dan B-2 Spirit yang 40.000 pon (sekitar 18 ton).


Pengebom B-1B juga memiliki Kemampuan loitering (berkeliaran di udara) yang lama. Hal ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi komandan tempur.


Selain itu, penggunaan gantungan Load Adaptable Modular (LAM) baru memungkinkan B-1B membawa variasi senjata yang lebih luas, termasuk potensi rudal hipersonik.


Langkah “all-in” ini seolah mengirimkan pesan kuat kepada sekutu maupun lawan, bahwa meskipun armada pengebom strategis AS sedang berjuang dengan masalah kesiapan, mereka tetap mampu memusatkan kekuatan pemukul yang sangat mematikan dalam waktu singkat. (red)