Perang Baratayuda : " Peristiwa yang digariskan Dewata sebagai pembersihan dunia dari kejahatan dan keserakahan." -->

breaking news

News

Baca di Helo

Perang Baratayuda : " Peristiwa yang digariskan Dewata sebagai pembersihan dunia dari kejahatan dan keserakahan."

Thursday, March 12, 2026



Infokita Investigasi, JAKARTA - Kamis (12/3/2026) Perang Baratayuda adalah puncak konflik perebutan takhta Hastinapura antara Pandawa dan Kurawa yang berlangsung selama 18 hari di padang Kurusetra. Perang ini dipicu oleh keserakahan Kurawa yang enggan mengembalikan hak kekuasaan Pandawa setelah masa pembuangan.



Pertempuran epik ini berakhir dengan kemenangan Pandawa, tewasnya seluruh Kurawa, dan gugurnya banyak ksatria besar dari kedua belah pihak.

 

Berikut kisah perang  Baratayuda, Konflik keluarga Bharata bermula dari persaingan antara lima Pandawa (Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa) dan seratus Kurawa yang dipimpin Duryodana.


Kegagalan diplomasi untuk mengembalikan takhta kerajaan setelah Pandawa menjalani masa pembuangan selama 13 tahun akibat kekalahan dalam permainan dadu.


 Dalam tradisi wayang Jawa, perang ini terjadi di Padang Kurusetra, yang sering diidentikkan dengan dataran tinggi Dieng. 


Jalannya Perang (18 Hari)

Perang berlangsung sangat sengit dengan melibatkan strategi, senjata sakti, dan aturan perang ksatria.


Hari ke-10 :  Gugurnya Maha Senopati Bisma setelah berhadapan dengan Srikandi yang dibantu oleh Arjuna.

Hari ke-11 : 

Resi Durna menjadi senopati Kurawa dan akhirnya gugur.

Hari ke-15 : 

Gugurnya Gatotkaca akibat senjata Kunta Wijayandanu milik Adipati Basukarna.

Hari ke-16 : 

Adipati Basukarna gugur di tangan Arjuna.

Hari ke-17 : 

Prabu Salya gugur di tangan Yudistira.

Hari ke-18 : 

Hari terakhir peperangan yang menandai berakhirnya masa kejayaan Kurawa.

 

Akhir cerita, kemenangan Pandawa, perang berakhir dengan tewasnya Duryodana dalam duel gada melawan Bima.


Pandawa berhasil merebut kembali takhta Hastinapura, dengan Prabu Parikesit kemudian meneruskan tampuk pemerintahan.


Dalam pewayangan, Baratayuda bukan sekadar perang saudara, tetapi peristiwa yang telah digariskan oleh dewata sebagai bentuk pembersihan dunia dari kejahatan dan keserakahan. 

(Reporter : Widi)