Perang Menggila, Pemasok Senjata AS Kini Teken Kontrak dengan NATO -->

breaking news

News

Baca di Helo

Perang Menggila, Pemasok Senjata AS Kini Teken Kontrak dengan NATO

Friday, March 06, 2026



Infokita Investigasi, Jakarta  - OpenAI dikabarkan tengah mempertimbangkan bekerja sama dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Kerja sama ini tak lama setelah pembuat ChatGPT meneken kontrak sebagai mitra pemasok tool AI bagi Pentagon beberapa waktu lalu, menggantikan Anthropic.


Dalam serangan ke Iran, Amerika Serikat (AS) dilaporkan menggunakan tool AI Claude buatan Anthropic untuk penilaian intelijen, identifikasi target, dan simulasi skenario pertempuran, seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal. Hal ini menegaskan peran penting tool AI yang digunakan sebagai 'senjata' perang. 



Anthropic sendiri 'ditendang' sebagai mitra pemerintah AS karena bersikap tegas menolak tool AI-nya digunakan untuk menciptakan senjata otonom dan memata-matai warga AS.


Kembali ke urusan OpenAI, CEO Sam Altman dilaporkan telah mengungkapkan rencana kerja sama dalam rapat perusahaan. Altman menjalaskan OpenAI ingin menerapkan teknologi AI pada semua jaringan 'terklasifikasi' NATO.


Namun kemudian juru bicara perusahaan mengatakan bos pembuat ChatGPT itu salah sebut dan seharusnya untuk jaringan 'tidak terklasifikasi', dikutip dari Reuters, Kamis (5/3/2026).


OpenAI sendiri diketahui telah mengumumkan kesepakatan penerapan jaringan rahasia di Pentagon belum lama ini. Kerja sama menyusul penghentian kemitraan dengan pesaingnya Anthropic.



Masalah bermula saat Pentagon dan Anthropic mengalami kebuntuan untuk pembicaraan kontrak. Sebab CEO Dario Amodei menekankan menentang model AI perusahaan digunakan untuk pengawasan domestik massal atau menggerakan senjata otonom.


Terkait kesepakatan, OpenAI memastikan sistem AInya tidak akan digunakan dengan sengaja untuk pengawasan domestik pada warga negara AS. Pentagon juga menegaskan layanan AI tidak akan digunakan oleh badan intelijen seperti National Security Agency (NSA).


"Saya pikir ini adalah contoh keputusan kompleks, namun tepat dengan konsekuensi merek yang sulit dan PT negatif untuk kami dalam jangka pendek," jelan Altman merujuk pada kesepakatan Pentagon dalam rapat perusahaannya.


Pentagon sempat mengatakan tidak tertarik menggunakanAI untuk pekerjaannya, seperti pengawasan massal pada masyarakat atau mengembangkan senjata tanpan campur tangan manusia. Kemudian mereka ingin penggunaan AI yang sah dapat diizinkan. (red)