Infokita Investigasi, Cimahi -- Di tengah pusaran konflik Timur Tengah yang masih memanas, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memuji strategi perang Iran. Menurut dia, Iran begitu cerdik kala menyerang balik serangan-serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya.
Iran, menurutnya begitu piawai memanfaatkan teknologi. "Saya bilang ini perang teknologi. Ah, Anda bisa lihat betapa cerdiknya Iran memakai drone yang murah, tapi bisa terbang 2.000 km dan very accurate to attack, to hit any target. Padahal Iran membuat drone yang murah itu membuat dampak yang luar biasa juga sulitnya buat Amerika. Jadi dia harus menghancurkan pusat-pusat produksi daripada drone dan sistem pertahanan udaranya," kata Luhut saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum di Auditorium Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Jawa Barat pada Rabu (11/3/2026).
Dalam kuliah umum yang dihadiri 25.637 mahasiswa dan 1.090 tenaga pendidik Unjani Cimahi bertemakan "Optimalisasi Peran dan Karakter Mahasiswa dalam Memanfaatkan Bonus Demografi Guna Mewujudkan Indonesia Ema 2045", Luhut mengupas soal pecahnya konflik antara Amerika dengan sekutunya, Israel menghadapi Iran.
Luhut mengatakan, kondisi saat ini berdampak terhadap ekonomi dunia yang dihadaprkan pada ketidakpasian tertinggi sepanjang sejarah. Hal itu dikarenakan renteta perang dari mulak antara Rusia-Ukraina, disusul ketegangan di Amerika dengan Venezuela karena penahanan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh Delta Force, kini pecah perang antara Amerika-Israel dengan Iran.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pembicara dalam kuliah umum yang menghadirkann puluhan ribu mahasiswa Unjani, Cimahi, Rabu (11/3/2026).
Luhut meminta mahasiswa mencermati bagaimana langkah Iran kala melakukan perlawanan terhadap negara yang menginvasinya. Ia bahkan mengupas sejarah Iran sebagai bangsa Arya yang tidak pernah dijajah.
"Mereka (Iran) menguasai teknologi. Dan jangan lupa, Iran itu adalah bangsa Arya, saya ulangi Iran itu adalah bangsa Arya, bangsa yang tidak pernah dijajah. Saya lihat Iran ini satu negara yang hebat dan fighting spirit nya kuat, tidak gampang ini dealing dengan mereka. Kita lihatlah apa yang akan terjadi ke depan ini," kata Luhut.
Sementara itu Rektor Unjani, Agus Subagyo berharap materi yang disampaikan Luhur Binsar Pandjaitan menjadi motivasi bagi mahasiswanya. Mahasiswa Unjani sendiri disiapkan agar dapat meneladani nilai kepemimpinan yang ditunjukkan Luhut selama berkarier di dunia militer maupun pemerintahan.
"Harapannya memang para mahasiswa semuanya bisa meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang telah ditorehkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan," kata Agus. (red)
