Rahwana : "Melambangkan sifat jahat,keserakahan,sombong, nafsu birahi dan cinta salah mencintai wanita punya status suami." -->

breaking news

News

Baca di Helo

Rahwana : "Melambangkan sifat jahat,keserakahan,sombong, nafsu birahi dan cinta salah mencintai wanita punya status suami."

Sunday, March 08, 2026



Infokita Investigasi, JAKARTA - Minggu (8/3/2026), Rahwana (Dasamuka) adalah raja raksasa angkara murka dari Alengka dalam kisah Ramayana, anak Resi Wisrawa dan Dewi Sukesi. Ia memiliki sepuluh kepala (Dasamuka) dan kesaktian tinggi hasil bertapa. Rahwana menculik Dewi Sinta, istri Rama, memicu perang dahsyat yang berakhir dengan kematiannya oleh panah Brahmastra milik Rama. 



Rahwana dalam pewayangan adalah anak tertua dari empat bersaudara  Kumbakarna, Sarpakenaka, dan Wibisana. Ia lahir dari hubungan antara Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi.


Karena lahir dari situasi tersebut, Rahwana terlahir dengan wujud raksasa yang mengerikan, meskipun memiliki sifat ksatria namun tertutup oleh nafsu angkara murka. 


Rahwana memiliki kesaktian dan menjadi Raja Alengka. Rahwana bertapa memuja Dewa Brahma untuk mendapatkan kesaktian tak tertandingi.


Dasamuka (Sepuluh Wajah),  Ia dikenal sebagai Dasamuka, simbol dari sepuluh nafsu manusia (angkara murka) yang sulit dikendalikan. Rahwana merebut kerajaan Alengka dari kakaknya, 


Rahwana terpikat oleh kecantikan Dewi Sinta, istri Rama. Ia menggunakan Marica untuk menyamar menjadi kijang kencana guna memancing Rama dan Laksmana pergi, lalu menculik Sinta. Penyekapan Sinta dibawa ke Alengka yang dan disekap di taman Argasoka, dijaga oleh raksasa 



Perang Rama-Rahwana,  tindakan Rahwana memicu kemarahan Rama yang dibantu pasukan kera pimpinan Sugriwa dan Hanoman. Satu per satu saudara Rahwana, termasuk Kumbakarna, gugur dalam pertempuran. Rahwana akhirnya tewas di tangan Rama dengan senjata panah sakti Brahmastra


Rahwana melambangkan sifat jahat, keserakahan, nafsu birahi, dan sombong. Meskipun jahat, Rahwana digambarkan memiliki cinta yang sangat besar dan gigih, namun dengan cara yang salah (menculik).

(Reporter : Widi)