Pesawat Bonanza TNI AL ‘Teror’ Jajaran Kapal Perang -->

breaking news

News

Baca di Helo

Pesawat Bonanza TNI AL ‘Teror’ Jajaran Kapal Perang

Minggu, April 12, 2026



Infokita Investigasi, Jakarta – Perairan Laut Jawa mendadak tegang saat sejumlah kapal perang TNI AL menghadapi serangan udara mendadak. Pesawat Beechcraft G-36 Bonanza milik Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) melakukan manuver “provokatif” untuk menguji kesiagaan jajaran armada tempur Komando Armada (Koarmada) II.


Aksi saling serang ini merupakan bagian dari skenario latihan gladi tugas tempur (Glagaspur) tingkat III (L3) yang berlangsung pada 7-8 April. Dua kapal perang andalan, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Frans Kaisiepo-368, menjadi sasaran utama dalam simulasi pertempuran laut tersebut.


Dalam latihan kali ini, pesawat Bonanza dari Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal memainkan peran vital sebagai penimbul situasi atau provokator. Dua penerbang, Lettu Laut (P) Faraz dan Lettu Laut (P) Gesit, bermanuver lincah di sekitar jajaran KRI untuk menciptakan dinamika ancaman udara yang nyata.


Komandan Skuadron Udara 200 Letkol Laut (P) Bani Safangat, menjelaskan, keterlibatan unsur udara bertujuan untuk mempertajam insting awak kapal. Menurutnya, kemahiran penerbang dalam memerankan ancaman sangat menentukan kualitas latihan pertahanan udara bagi unsur-unsur KRI di lapangan.


“Kami berkomitmen terus mencetak personel yang tangkas dalam kerja sama taktis antarsatuan. Simulasi ini memberikan tekanan udara yang realistis untuk mengasah insting dan respons awak kapal dalam menjaga kedaulatan perairan,” ujar Bani, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Jumat (10/4).


Armada tempur Koarmada II (KRI Ngurah Rai, KRI Frans Kaisiepo, KRI Terapang, dan KRI Golok) berlayar dalam formasi taktis di bawah sinaran surya Laut Jawa untuk uji kesiapan operasional. 


Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie, mengapresiasi tinggi dedikasi tim yang terlibat. Ia menegaskan, kunci kekuatan tempur maritim yang solid terletak pada sinkronisasi antara unsur udara dan unsur laut.



“Melalui latihan intensif ini, kami memastikan setiap aset dan personel selalu berada dalam kondisi siap tempur. Kolaborasi taktis ini menjadi kontribusi maksimal bagi pertahanan nasional di wilayah laut,” tegas Kolonel Oscar.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar menyampaikan, latihan ini melibatkan berbagai unsur kesenjataan. Selain kapal eskorta, TNI AL juga mengerahkan kapal cepat rudal seperti KRI Terapang-648 dan KRI Golok-688, serta helikopter AS 565 MBe Panther HS-1310.



“Latihan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Panglima Koarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas latihan tempur. Kami fokus mengukur kesiapan serta kemampuan prajurit dalam mengawaki peralatan pos tempur agar sesuai standar operasi,” ungkap Antonius dalam keterangannya.


Antonius merinci, tahapan latihan terbagi menjadi tiga bagian, mulai dari fase klasikal di kelas, simulasi taktis di atas peta lantai (Tactical Floor Game), hingga puncaknya pada manuver lapangan di tengah laut. Seluruh rangkaian ini bertujuan menjamin kesiapan operasional alutsista tetap optimal dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia. (red)