Infokita Investigasi, Jakarta, Jumat, (30/10/2026) - Kisah pewayangan Jawa selalu sukses memikat hati para pencinta seni budaya, terlebih saat dibawakan oleh sang maestro legendaris, almarhum Ki Seno Nugroho.
Salah satu lakon bergaya gagrak Yogyakarta yang kembali menjadi sorotan dan banyak dinikmati secara digital oleh masyarakat adalah pertunjukan bertajuk Begawan Durno Nangis Dikeplaki Ontoseno, Onterejo, Gatotkaca.
Pertunjukan ini menampilkan sisi emosional sekaligus jenaka ketika tokoh antagonis ikonik, Begawan Durno, harus menerima konsekuensi dari kelicikannya.
Dalam jalan cerita, Durno dibuat tak berkutik hingga menangis akibat menerima tindakan tegas (dikeplaki) dari para ksatria muda berbakat dari kesatrian Utarasegara, Jodhipati, dan Pringgandani, yaitu Raden Ontoseno, Raden Onterejo, dan Raden Gatotkaca.
Ki Seno Nugroho, dengan kepiawaiannya yang khas, berhasil menghidupkan karakter Ontoseno yang terkenal ceplas-ceplos, berani, dan tanpa basa-basi saat menghadapi kelicikan para Pandawa maupun Kurawa.
Dialog-dialog segar (guyonan) yang diselipkan di tengah ketegangan cerita membuat lakon ini tidak hanya sarat akan pesan moral tentang keadilan, tetapi juga sangat menghibur.
Meski sang dalang telah tiada, warisan budaya yang ditinggalkannya melalui rekaman pementasan lakon ini terus membuktikan daya tariknya yang tak lekang oleh waktu.
Pertunjukan ini menjadi bukti nyata bagaimana seni tradisi mampu tetap relevan, menghibur, dan dicintai oleh lintas generasi di era modern.
Untuk mengenang sang maestro legendaris almarhum Ki Seno Nugroho lakon Begawan Durno nangis dikeplaki Ontoseno, Ontorejo dan Gatutkaca sudah bisa dinikmati di kanal vidio YouTube resminya.*(Widi)*



