Wayang Kulit Juara Sabet Ki Sigid Ariyanto Pukau Ribuan Penonton -->

breaking news

News

Baca di Helo

Wayang Kulit Juara Sabet Ki Sigid Ariyanto Pukau Ribuan Penonton

Senin, Oktober 26, 2026



Infokita Investigasi,JAKARTA, Senin (26/10/2026) - Seni pertunjukan tradisional Indonesia kembali menunjukkan taji dan daya tariknya di era modern. Dalang muda kondang asal Rembang, Ki Sigid Ariyanto, sukses memukau ribuan pasang mata dalam pagelaran wayang kulit terbaru yang menonjolkan keahlian khasnya sebagai Sang Juara Sabet.


Dalam pertunjukan yang berlangsung spektakuler tersebut, Ki Sigid Ariyanto membuktikan kelasnya lewat teknik sabetan yang dahsyat, cepat, dan presisi. 


Teknik sabetan atau keterampilan menggerakkan tokoh wayang dalam adegan perang (perangan) menjadi suguhan utama yang paling dinantikan oleh para pencinta seni budaya dan anggota Cakraningrat Fans Club yang memadati lokasi acara.



Adegan ikonik seperti cakilan dan setanan dibawakan dengan sangat hidup dan dinamis. Gerakan tangan Ki Sigid yang lincah dipadukan dengan iringan musik gamelan yang menghentak, berhasil menciptakan atmosfer ketegangan yang nyata di atas panggung kelir, membuat penonton seolah menyaksikan pertempuran hidup dan mati.


"Seni wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan yang harus terus kita rawat. Melalui teknik sabet yang dinamis ini, kami ingin merangkul generasi muda agar melihat bahwa seni tradisi kita sangat keren, hidup, dan tidak kalah saing dengan hiburan modern," ujar perwakilan panitia penyelenggara dalam sambutannya.


Selain menyuguhkan visual perang yang megah, pagelaran ini juga diselingi oleh sesi liman dan goro-goro yang menghadirkan pelawak lokal untuk mencairkan suasana dengan humor yang segar dan kontekstual.


Kombinasi apik antara aksi sabetan yang memukau dan lelucon yang menghibur membuat pertunjukan malam itu berjalan sangat seimbang dan interaktif.


Ki Sigid Ariyanto, yang lahir di Blora pada Juni 1979 dan kini menetap di Rembang, memang dikenal sebagai salah satu dalang kontemporer yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kelestarian seni tradisi.


Rekam jejak prestasinya di berbagai festival wayang tingkat nasional semakin mempertegas posisinya sebagai maestro sabet di panggung pewayangan nusantara.


Pihak penyelenggara berharap kesuksesan pagelaran ini dapat memicu penyelenggaraan acara seni budaya serupa di berbagai daerah, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan budaya takbenda yang telah diakui oleh dunia.*(Widi)*