Hakikat Shalat: Bukan Allah yang Butuh, Tapi Kita yang Sangat Membutuhkan-Nya,Karena Allah Maha Besar, Maha Kuasa dan Maha Kaya -->

breaking news

News

Baca di Helo

Hakikat Shalat: Bukan Allah yang Butuh, Tapi Kita yang Sangat Membutuhkan-Nya,Karena Allah Maha Besar, Maha Kuasa dan Maha Kaya

Kamis, Oktober 29, 2026



Infokita Investigasi, JAKARTA, Kamis, (29/10/2026) - Di tengah kesibukan aktivitas harian, seringkali muncul pertanyaan mendasar di benak sebagian umat Muslim, untuk apa kita harus shalat?


Jawaban yang perlu disadari bersama adalah bahwa shalat bukan merupakan bentuk "bantuan" kepada Sang Pencipta, melainkan kebutuhan mutlak dari seorang hamba.



Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Maha Besar, Maha Kuasa, dan Maha Kaya. Artinya, ketaatan manusia berupa shalat lima waktu tidak sedikit pun menambah keagungan-Nya, dan kelalaian atau kekufuran seseorang juga tidak akan mengurangi kemuliaan-Nya sedikit pun.


*Inti Poin Renungan Shalat :*

Bukan Kebutuhan Allah, 

Allah tidak memerlukan ibadah manusia. Jika seluruh manusia di muka bumi taat ataupun meninggalkan shalat, kebesaran Allah tidak akan berubah.


Kebutuhan jiwa manusia,shalat adalah sarana penenang hati, penata jiwa, dan jangkar kehidupan agar manusia tidak tersesat di tengah hiruk-pikuk urusan dunia.



Kunci solusi dan keberkahan,sebagaimana disampaikan dalam berbagai kajian keislaman seperti pada Masjid Muslim Billionaire, shalat hadir bukan sekadar ritual penggugur kewajiban, melainkan kunci pembawa falah (kemenangan dan keselamatan).


Kesadaran diri, seperti yang kerap dibagikan dalam komunitas pengingat kebaikan di Threads, esensi shalat terletak pada kesadaran bahwa manusia sangat lemah dan butuh pertolongan Allah dalam setiap helaan napas.


Shalat adalah panggilan cinta dari Sang Maha Pencipta agar manusia pulang kepada ketenangan.


Ketika seorang Muslim meninggalkan shalat, sesungguhnya ia tidak sedang merugikan Allah, melainkan merugikan ketenangan dan keselamatan dirinya sendiri di dunia maupun di akhirat.*(Widi)*