Pengamat prediksi ada skenario yang mengarah Jokowi kembali maju di Pilpres 2024 -->

Breaking news

News
Loading...

Pengamat prediksi ada skenario yang mengarah Jokowi kembali maju di Pilpres 2024

Tuesday, April 05, 2022

dok. istimewa/ Dosen Universitas Al Azhar Indonesia itu menuturkan bahwa dirinya sudah memprediksi bahwa ada skenario yang mengarah untuk Jokowi kembali maju di Pilpres 2024, (5/4/2022).


INFOKITA INVESTIGASI, Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais meminta masyarakat tidak percaya begitu saja dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut akan tetap taat konstitusi. 


Menanggapi hal tersebut, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai Amien Rais memiliki keberanian dibanding yang lain dalam menyatakan hal tersebut.


"Apa yang disampaikan Pak Amien Rais itu dinilai dan dilihat oleh masyarakat Indonesia umumnya. Pak Amien Rais punya keberanian untuk mengungkapkan itu, sedangkan yang lain tidak berani," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Senin (4/4/2022).


Bahkan ungkapan Amien Rais, kata Ujang, mewakili sebagian Rakyat Indonesia yang sudah paham dengan pernyataan Jokowi. Bahwa bisa jadi, Jokowi akan kembali maju untuk tiga periode. 


Sebelumnya, Amien Rais menyinggung pernyataan yang pernah disampaikan Jokowi pada saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta kala membantah maju sebagai calon presiden di Pilpres 2014.


Jokowi kala itu memang menyatakan, dirinya fokus saja urus DKI Jakarta. Namun pada akhirnya, maju sebagai calon presiden.


"Jadi sebenarnya itu ungkapkan yang mewakili sebagian rakyat. Kalau kita sama-sama tahu apa yang diucapkan Amien Rais kan kita sudah paham semuanya," ucapnya.


Dosen Universitas Al Azhar Indonesia itu menuturkan bahwa dirinya sudah memprediksi bahwa ada skenario yang mengarah untuk Jokowi kembali maju di Pilpres 2024.


Pasalnya kata Ujang wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden tidak mungkin dilakukan karena dapat menyebabkan chaos di masyarakat. 


Sehingga ada skenario agar Jokowi dapat mengikuti Pemilu 2024 dengan perubahan amandemen UUD 1945.


"Saya sudah prediksi sebelum amien rais ngomong , dan saya sudah katakan 15 Maret 2022. ini skenarionya, skenario tiga periode," katanya.


Selain itu, kata Ujang, nantinya Jokowi akan beralasan bahwa bukan dirinya yang mengamandemen konsititusi, melainkan MPR. Kemudian Jokowi beralasan didukung partai politik pendukungnya hingga mendapat dukungan dari rakyat.


"Nanti gini alasannya satu 'yang mengamandemen bukan saya itu MPR loh, jadi saya tidak bisa larang donk itu MPR' padahal dia (Jokowi) juga yang nyuruh. Kedua nanti kan 'partai partai yang memilih saya untuk mencalonkan lagi karena tiga periode harus pemilu ikut pemilu lagi. artinya partai-partai yang dukung saya lagi'," papar Ujang.


"Yang ketiga loh 'saya ikut pemilu lagi ko kalau masyarakat nggak suka, jangan pilih saya donk silahkan, keempat ini kan rakyat dukung, Apdesi (Aparatur desa atau anggota asosiasi pengurus desa seluruh Indonesia) dukung,'. Cari pembenaran lagi," katanya.


Sebelumnya, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais mengatakan, jangan begitu saja percaya dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi yang menyebut akan tetap taat konstitusi. Hal itu menanggapi isu penundaan Pemilu 2024 dan jabatan presiden 3 periode.


"Jangan percaya omongan 'saya taat konstitusi perkara apa akan diwacanakan tiga periode, penundaan pemilu itu kan boleh-boleh saja itu demokrasi kok' katanya (Jokowi) gitu. Tapi pada akhirnya kan konstitusi harus kita pegang," kata Amien di chanel Youtubenya Amien Rais Official dikutip Suara.com, Senin (4/4/2022).


Amien Rais kemudian menyinggung pernyataan yang pernah disampaikan Jokowi pada saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta kala membantah maju sebagai calon presiden di Pilpres 2014.


Jokowi kala itu memang menyatakan dirinya fokus saja urus DKI Jakarta, namun pada akhirnya maju sebagai calon presiden.


"Tapi jangan lupa masih bisa dibuka di YouTube jadi Pak Jokowi pada saat jadi gubernur ditanya apakah akan nyapres? Dan setelah tertawa, tertawa khas itu dia mengatakan 'anda ngomongnya nggak jelas jadi gubernur aja tugasnya bergunung-gunung kok mau nyapres, copras capres copras capres', tapi itu kan hanya omongan akhirnya nyapres betul ya," tuturnya. (dw/*)