Blak-blakan ungkap Boroknya Bechi terduga kasus pencabulan santri di ponpes Shiddiqiyyah, Jombang -->

Breaking news

News

Baca di Helo

Blak-blakan ungkap Boroknya Bechi terduga kasus pencabulan santri di ponpes Shiddiqiyyah, Jombang

Saturday, July 09, 2022

dok. istimewa/ Syaripudin mengungkapkan sejumlah 'keanehan' yang ia temui di Ponpes Shiddiqqiyyah ketika bertemu MSAT, (10/7).


Infokita Investigasi, Jombang  - Akal bulus dan 'borok' tersangka pencabulan pada santriwatinya, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42) dibongkar seorang pria bernama Syaripudin S Pane. Syaripudin yang mengaku sebagai mediator Bechi ini mengungkap sejumlah kejanggalan yang ditemuinya di pesantren Shiddiqiyyah, Jombang.


Misalnya saja, Syaripudin menyebut Bechi kerap mengabaikan salat lima waktu. Ia juga menginstruksikan seluruh santri, bahkan santriwati untuk merokok.


Syaripudin mengaku awalnya dikenalkan dengan Bechi oleh seorang sutradara terkenal. Sutradara tersebut menyebut Bechi sebagai guru spiritualnya. Singkatnya, Syaripudin diminta sutradara tersebut membantu masalah Bechi ini karena kedekatan Syaripudin dengan mantan pejabat tinggi di Polda Jawa Timur. Pada 2020, Syaripudin pun akhirnya ke Pondok Pesantren Shidiqqiyyah Ploso, Jombang.


Pertemuan Syaripudin dengan pun berlangsung di ponpes. Untuk menunjukkan bukti pertemuan ini, Syaripudin memperlihatkan foto saat dirinya bersama Bechi kala itu. Bechi kemudian menceritakan soal kasus yang menimpanya itu kepada Syaripudin.


Syaripudin mengungkapkan sejumlah 'keanehan' yang ia temui di Ponpes Shiddiqqiyyah ketika bertemu MSAT. Salah satunya ialah, Bechi, kata Syaripudin, mengabaikan salat lima waktu.


"Waktu saya kumpul dengan Bechi di studionya dan berkumandang azan, saya tanya kenapa tidak salat, jawab dia bahwa salat itu urusan Allah dengan umatnya. Sedangkan kan salat itu kewajiban menurut saya," kata Syaripudin dikutip dari detikNews, Sabtu (9/7/2022).


Tak hanya itu, dia menyebut di pesantrennya terdapat tempat megah. Disinyalir tempat tersebut merupakan tempat bai'at.


"Saya lihat dan tanya waktu itu saya mau sembahyang, saya kira itu masjid karena bagus dan mentereng. Kemudian dijelaskan kalau itu tempat bai'at. Saya tanya kenapa harus dibai'at, tujuannya mereka ya bilang bai'at ke Allah," ujarnya.


Selain itu, Syaripudin mengungkap Mas Bechi menginstruksikan seluruh santri, termasuk santriwati, merokok dengan dalih rokok kesehatan. Rokok tersebut merupakan bisnis yang Mas Bechi dan keluarganya jalankan.


"Karena dia punya usaha rokok kesehatan, santriwatinya itu merokok depan saya, depan Mas Bechi. Dia beralasan karena diajarkan supaya sehat dengan rokok saya," kata dia.


"Perlu diketahui bahwa Mas Bechi dan keluarganya itu berbisnis air minum, rokok, hotel, dan kafe. Mereka kaya dari mana? Sedangkan itu pesantren gratis. Jadi saya infokan itu bisnis mereka yang saya sebutkan," imbuhnya.


Syaripudin menyebut santri yang ada di pesantren Shiddiqiyyah dijadikan alat untuk melindungi Mas Bechi. Bahkan Bechi sudah dianggap layaknya raja di sana.


"Seluruh santri di sana melindungi Mas Bechi, bahkan dia sudah dianggap raja di sana. Mas Bechi juga gunakan para santrinya untuk melindungi dia. Saya lihat itu di setiap sudut setiap saat ada yang berjaga. Santrinya di sana kira-kira hanya ratusanlah," tuturnya.


Syaripudin bahkan mengaku pernah diminta mendamaikan kasus pelecehan yang dialami Bechi pada 2020. Setelah mendapat kronologi dari Bechi, Syaripudin kemudian mendatangi Polres Jombang untuk mengetahui duduk perkara yang ada. Rupanya saat itu, kata Syaripudin, polisi sudah menetapkan Bechi sebagai tersangka terkait kasus pencabulan.


"Saya lihat BAP-nya, bahwa kasusnya ini, korbannya ini. Kenapa polisi sudah bisa menetapkan tersangka (Bechi) meskipun BAP pada waktu itu belum. Karena dari hasil penyidikan saksi-saksi korban sudah komplit sudah siap diajukan ke kejaksaan," kata dia.


Bahkan dikonfirmasi jumlah korban lebih dari 10 orang. Kasus pelecehan Mas Bechi tersebut sudah terjadi sejak 2017.


"Menurut polisi, itu bukan dilakukan sekali dua kali, itu berkali-kali dan korbannya lebih dari 10 pelapornya. Waktu 2017 sampai sekarang," katanya.


Kendati demikian, polisi tidak menahan Mas Bechi. Disebutkan juga Mas Bechi mangkir tiga kali panggilan polisi. Ini juga menjadi salah satu alasan Syaripudin batal menjadi mediator antara Bechi dan polisi untuk menyelesaikan masalah pelecehan seksualnya.


"Dia tidak pernah datang untuk panggilan 1, 2, 3. Sampai sampai pihak kepolisian dan penyidik mengirim penyidik untuk BAP di dalam rumahnya," kata dia.


Bechi juga mengelak bahwa dia telah melakukan pelecehan seksual terhadap santriwati yang ada di sana.


"Tidak pernah mengakui (pelecehan) ke saya. Saya sudah sarankan ke dia, kalau kamu tidak bersalah, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum walaupun ada fitnah dan ada laporan macam-macam, ya datang, hadapi. Nanti masalah kamu benar atau tidak nanti pengadilan yang ngurus. Jangan mentang-mentang bapaknya itu seorang ulama, tokoh masyarakat di jombang," ujarnya. (dw/*)