Infokita Investigasi , JAKARTA – Belarus berencana untuk memulai produksi massal senapan serbu VSK-100 yang sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri, pada akhir tahun 2026. Informasi ini diumumkan oleh Sekretaris Negara Dewan Keamanan, Alexander Volfovich. Sabtu (21/2/2026)
Senjata ini akan dipasok ke angkatan darat dan lembaga penegak hukum Belarus. Ditambahkan, selain VSK-100 yang baru, pasukan akan terus menggunakan senapan serbu AK-74 sebelumnya.
VSK-100 tercatat menjadi senjata ringan buatan dalam negeri pertama yang secara resmi diadopsi oleh militer Belarus.
Pembuatan senapan serbu VSK-100 dimulai pada tahun 2017 melalui kolaborasi perusahaan Belspetsvneshtechnika dan BSVT – New Technologies.
Selanjutnya, manufaktur senapan praproduksi digarap pada Januari 2020 di pabrik senjata Stankovo, wilayah Minsk.
VSK-100 dikembangkan menggunakan platform Vepr-1V dengan munisi 7,62 x 39 mm. Selain model standar dikembangkan pula model bullpup VSK-100BP.
Selain itu tersedia juga varian VSK-100-223 yang menggunakan peluru standar NATO dengan kaliber 5,56 x 45 mm.
Pabrikan menjamin masa pakai laras senapan serbu keluarga VSK-100 ini dapat digunakan berulang hingga 20.000 tembakan.
Meskipun belum digunakan di dalam negeri, pada Oktober 2021, sebanyak 406 unit VSK-100 telah dikirimkan ke kepolisian Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.
Menariknya, senapan versi VSK-100-223 telah diuji di Indonesia oleh Korps Marinir TNI AL, seperti diberitakan Militarnyi pada 17 Februari 2026.
Disebutkan, prajurit Marinir TNI AL menguji senjata tersebut dengan menembakkannya setelah direndam dalam air laut, lumpur, dan pasir.
Belum diketahui, apakah Korps Marinir TNI AL kelak akan mengadopsi senapan serbu Belarus ini atau tidak. (red)
