Aneh! AS-Israel Klaim Telah Hancurkan Kemampuan Rudal Iran, tapi Teheran Terus Tembakkan Misil -->

breaking news

News

Baca di Helo

Aneh! AS-Israel Klaim Telah Hancurkan Kemampuan Rudal Iran, tapi Teheran Terus Tembakkan Misil

Tuesday, March 17, 2026



Infokita Investigasi, TEHERAN - Amerika Serikat (AS) dan Israel kompak mengeklaim bahwa serangan gabungan mereka telah menghancurkan kemampuan rudal dan drone Iran. Tapi, faktanya Teheran masih terus menembakkan misil dan drone-nya ke Israel dan negara-negara Arab sekutu Amerika. Bagaimana ini bisa terjadi?


“Kemampuan rudal balistik Iran secara fungsional hancur. Angkatan Laut mereka dinilai tidak efektif dalam pertempuran. Dominasi udara yang lengkap dan total atas Iran,” kata Gedung Putih pada Sabtu pekan lalu.



“Operasi Epic Fury membuahkan hasil yang luar biasa,” imbuh pernyataan tersebut merujuk pada perang yang dilancarkan oleh Israel dan AS pada 28 Februari.


Pada hari Minggu, Presiden Donald Trump mengatakan pasukan AS telah menghancurkan kapasitas manufaktur drone Iran.


Namun, pada Senin sore, Qatar mengumumkan telah mencegat rudal terbaru dalam serangkaian rudal yang ditembakkan dari Iran ke arah negara tersebut. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain juga mengeluarkan peringatan. Sebuah rudal mendarat di sebuah mobil di Abu Dhabi, menewaskan satu orang.


Jadi, apakah kemampuan rudal Iran sangat berkurang? Dan bagaimana Iran masih menembakkan proyektil ke negara-negara tetangganya dan Israel? Apakah Iran menembakkan lebih sedikit rudal sekarang?


Memang, jumlah rudal dan drone balasan yang ditembakkan Iran ke negara-negara Teluk, Israel, dan negara-negara lain di kawasan itu telah mengalami penurunan tajam sejak awal perang.


Dalam 24 jam pertama konflik, Iran telah menembakkan 167 rudal (balistik dan jelajah) dan 541 drone ke Uni Emirat Arab, misalnya. Sebaliknya, pada hari ke-15 konflik, Iran hanya menembakkan empat rudal dan enam drone, menurut perhitungan yang dikumpulkan oleh Al Jazeera berdasarkan pernyataan Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab.


Serangan terhadap Israel juga menurun, dari hampir 100 proyektil selama dua hari pertama menjadi angka satu digit dalam beberapa hari terakhir, menurut Institut Studi Keamanan Nasional Israel. (red)