Buto Terong : "Sebagai tokoh pendamping setia buto Cakil dan berfungsi sebagai adegan komedi." -->

breaking news

News

Baca di Helo

Buto Terong : "Sebagai tokoh pendamping setia buto Cakil dan berfungsi sebagai adegan komedi."

Monday, March 09, 2026



Infokita Investigasi, JAKARTA - Senin (9/3/2026), Buto Terong adalah tokoh raksasa (denawa) dalam pewayangan Jawa, dikenal dengan hidung besar menyerupai terong dan suara bindeng. Ia merupakan prajurit pendamping setia Denawa Cakil (raksasa lincah) dalam adegan perkelahian (perang gagal/perang kembang), yang sering muncul dalam lakon Mahabharata maupun Ramayana. 



Buto Terong mempunyai ciri fisik dan karakter, hidung yang menonjol besar seperti buah terong menjadi ciri khas utamanya. Dalam pementasan, Buto Terong digambarkan memiliki suara bindeng (sengau) dan watak angkuh, jahat, serta bodoh, khas raksasa pendamping tokoh antagonis.


Peran dalam cerita Buto Terong hampir selalu muncul berpasangan dengan Denawa Cakil dalam adegan perang kembang atau perang gagal. Adegan ini biasanya menampilkan raksasa-raksasa yang mencoba menghalang-halangi ksatria halus (seperti Arjuna atau ksatria Pandawa lainnya) namun akhirnya dikalahkan.


Sebagai tokoh pendamping, Buto Terong tidak memiliki kisah tunggal, melainkan bagian dari pasukan raksasa (denawa) dalam lakon-lakon besar seperti gugurnya atau pertempuran yang melibatkan ksatria melawan kejahatan. 


Buto Terong berfungsi sebagai penguat adegan komedi sekaligus menegaskan kejahatan sebelum ksatria utama muncul, menjadikan perannya penting dalam struktur pementasan wayang kulit Jawa. 

(Reporter : Widi)