Resi Durna : "Guru bijaksana sakti, tapi sombong, culas, egois,terseret angkara murka karena ikatan duniawi." -->

breaking news

News

Baca di Helo

Resi Durna : "Guru bijaksana sakti, tapi sombong, culas, egois,terseret angkara murka karena ikatan duniawi."

Thursday, March 05, 2026



Infokita Investigasi, JAKARTA - Jumat (6/3/2026), Resi Durna (atau Drona dalam versi India) adalah salah satu tokoh sentral dalam wiracarita Mahabharata yang berperan sebagai guru utama Pandawa dan Kurawa dalam ilmu olah keprajuritan. Dikenal juga dengan nama Bambang Kumboyono saat muda, ia adalah brahmana yang ahli strategi perang. 



Perjalanan hidup Resi Durna dalam pewayangan : Asal usul dan masa muda (Bambang Kumboyono). Kelahiran: Durna adalah putra dari Resi Baratwaja. Ia bertapa dan mengembara mencari saudaranya yang bernama Sucitra (yang kelak menjadi Raja Pancala/Prabu Drupada).


Dalam pengembaraannya, ia bertemu Sucitra yang berwajah rusak namun baik hati. Durna membawa Sucitra bertapa dan memohon anugerah dewa. Durna menikah dengan Dewi Krepi dan memiliki seorang putra bernama Aswatama. 


Durna memiliki reputasi tinggi sebagai ksatria sejati. Ia mendirikan perguruan di Sokalima. Ia mendidik Pandawa dan Kurawa ilmu perang, memanah, dan menggunakan berbagai senjata.


Sifat Guru: Durna sangat menyayangi Arjuna, namun ia juga sering kali condong ke pihak Kurawa karena ikatan politik dengan Hastinapura, membuat posisinya dilematis.


Salah satu kisah terkenal adalah kesetiaan Bima (Wrekudara) kepada Durna, meskipun Durna pernah diperintah Kurawa untuk menyingkirkan Bima dalam lakon Bima Bungkus atau Durna Adu Murid. 



Meskipun Pandawa adalah murid kesayangannya (terutama Arjuna), Durna terikat janji dan utang budi pada Kurawa, sehingga ia memihak Kurawa dalam Perang Bharatayudha.


Setelah gugurnya Resi Bisma, Durna diangkat menjadi panglima tertinggi pasukan Kurawa.

Strategi Durna menunjukkan keahlian strategi yang luar biasa, namun hatinya sedih karena harus melawan murid-muridnya sendiri. 


Menyadari Durna sulit dikalahkan, Pandawa menggunakan taktik psikologis. Arjuna dan Krishna menyebarkan kabar bohong bahwa "Aswatama" (nama anak Durna) telah mati.


Durna yang mendengar kabar tersebut menjadi patah semangat dan meletakkan senjatanya. Ia duduk bersemedi di atas keretanya.


Kematianbsaat Durna sedang dalam keadaan pasrah dan sedih, Drestajumena (putra Prabu Drupada) memenggal kepala Durna. Jiwa Durna kemudian melepaskan diri dari badan dan melayang menuju surga. 


Karakteristik wayang Durna, ciri fisik , rambut terurai (kuncung), hidung panjang, pakaian sebagai pendeta/brahmana.


Mempunyai watak di satu sisi ia adalah guru yang bijaksana dan sakti, namun di sisi lain digambarkan culas, sombong, dan egois, terutama dalam pandangan pewayangan Jawa.


Kisah Durna mengajarkan tentang kebijaksanaan yang bisa terseret angkara murka karena ikatan duniawi, serta dilema moral seorang guru yang terjebak di antara kewajiban dan rasa cinta pada muridnya. 

(Reporter : Widi)