Infokita Investigasi, JAKARTA - Serangan drone menghantam jalur pipa minyak utama Arab Saudi yang menghubungkan wilayah timur ke Laut Merah, beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata di Timur Tengah. Sumber yang mengetahui kejadian tersebut menyebut fasilitas pompa di sepanjang jalur menjadi target, sementara tingkat kerusakan masih dalam tahap evaluasi. Kamis, (9/4/2026)
Dikutip Bloomberg, pipa East-West menjadi infrastruktur penting bagi Saudi Aramco untuk menyalurkan minyak dari ladang di kawasan Teluk Persia ke pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah. Jalur ini berfungsi sebagai alternatif ekspor utama di tengah terbatasnya akses melalui Selat Hormuz.
Dalam beberapa pekan terakhir, Arab Saudi meningkatkan aliran minyak melalui pipa tersebut hingga kapasitas penuh, mendekati 5 juta barel per hari atau sekitar 70% dari total ekspor sebelum perang.
Serangan ini terjadi pada hari yang sama dengan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Namun, laporan menunjukkan serangan sporadis masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Presiden Donald Trump sebelumnya meminta Iran membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan. Hingga kini, lalu lintas di jalur tersebut masih terbatas, sehingga peran pipa East-West dan ekspor melalui Yanbu tetap krusial bagi stabilitas pasokan minyak global.(wd)
