Bagaimana Seseorang Bisa Dipilih Menjadi Gladiator di Romawi Kuno? -->

breaking news

News

Baca di Helo

Bagaimana Seseorang Bisa Dipilih Menjadi Gladiator di Romawi Kuno?

Sabtu, Mei 02, 2026



Infokita Investigasi, Jakarta - Hanya sedikit pertunjukan dalam sejarah yang menarik perhatian orang seperti pertarungn gladiator Romawi kuno. Pertarungan gladiator merupakan sebuah kekuatan budaya yang cukup signifikan untuk meninggalkan jejaknya pada hukum, seni, dan politik Romawi. Sabtu (2/5/2026)


Gladiator Romawi awalnya dipilih dari berbagai penjahat, budak, dan tawanan perang, tetapi kemudian diperluas untuk mencakup sukarelawan.


Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana seorang gladiator dipilih? Proses seleksi adalah proses langkah demi langkah yang terencana. Orang Romawi kuno memilih orang-orang yang ditakdirkan untuk mempertaruhkan nyawa mereka di arena.



*Proses Seleksi Gladiator di Romawi Kuno :* “Gladiator biasanya dipilih dari kelompok penjahat, budak, dan tawanan perang,” tulis Mike Cohen di laman The Collector.


Banyak yang dipilih untuk peran ini karena mereka tidak pernah memiliki hak sebagai warga negara dan tidak punya pilihan selain patuh sebagai rekrutan. Lanista (pemilik sekolah gladiator) menjalankan ludus (sekolah gladiator). Lanista biasanya membeli pria di pasar budak terbuka.


Jual beli gladiator terjadi di seluruh Kekaisaran Romawi, dan diawasi ketat oleh pemerintah. Kemenangan beruntun Romawi kuno di medan perang terus meningkatkan arus masuk gladiator. Mengapa? Pasanya, tentara musuh yang tertangkap dibagi-bagi dan sebagian dikirim untuk bertarung di arena.


Banyak lanista menjalankan kelompok gladiator mereka dengan tangan besi. Mereka memegang kekuasaan hukum atas hidup dan mati setiap orang di bawah atapnya. Secara sosial, gladiator tersebut adalah golongan terendah, disamakan dengan germo dan aktor.



*Seleksi Gladiator di Romawi Kuno :* Sebagian besar petarung awal adalah orang-orang yang diperbudak dan penjahat yang dihukum. Namun, prasasti makam menunjukkan bahwa pada abad ke-1 Masehi, proses perekrutan mulai berubah. Banyak pria bebas mulai secara sukarela menandatangani kontrak dengan sekolah gladiator. Hal itu dilakukan dengan harapan mendapatkan ketenaran dan uang.


Para sukarelawan ini termasuk pria yang menghadapi kesulitan ekonomi yang parah dan mantan tentara. Mereka menyerahkan diri kepada seorang lanista di bawah auctoramentum gladiatorium. Kontrak sukarela biasanya berlangsung selama 3 tahun.


Sebelum diterima, seorang sukarelawan membutuhkan izin dari hakim. Setelah itu ia akan menjalani pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah ia mampu menghadapi pelatihan dan pertarungan yang brutal. Pemeriksaan tersebut juga menentukan jenis pelatihan yang akan diterimanya. Ssekolah-sekolah mengajarkan gaya yang sangat spesifik yang sesuai dengan tinggi badan, bentuk tubuh, dan kecepatan setiap siswa.(red)