Menhan AS Tegaskan Persediaan Senjata Lebih Dari Cukup Untuk Lanjutkan Perang Dengan Iran -->

breaking news

News

Baca di Helo

Menhan AS Tegaskan Persediaan Senjata Lebih Dari Cukup Untuk Lanjutkan Perang Dengan Iran

Sabtu, Mei 30, 2026



Infokita Investigasi, Jakarta - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan bahwa negaranya memiliki persediaan senjata yang lebih dari cukup. Negara adidaya tersebut diklaim lebih dari mampu untuk melanjutkan perang dengan pihak Iran. Sabtu(30/5/2026)


Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth saat menghadiri forum KTT pertahanan Asia yang digelar di Singapura. Penegasan mengenai kesiapan militer ini dilontarkan pada hari Sabtu 30 Mei 2026.



"Kemampuan kami untuk memulai kembali jika perlu adalah (bahwa) kami lebih dari mampu, persediaan kami lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia karena bagaimana kami menyeimbangkan amunisi yang sangat baik dan lebih banyak," kata Hegseth.


Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan dirinya sedang membuat keputusan akhir perihal perang dengan Iran. Trump kini sedang menimbang keputusan untuk mencapai kesepakatan damai atau tidak.


"Saya akan bertemu sekarang, di Ruang Situasi, untuk membuat keputusan akhir," ujar Trump.


Trump menekankan bahwa pihak Iran harus bersedia mematuhi aturan untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir. Negara Timur Tengah tersebut juga diwajibkan membuka jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.


Persediaan uranium yang telah diperkaya di Iran dipastikan akan digali keluar oleh Amerika Serikat. Proses ini akan dikoordinasikan secara erat bersama Republik Islam Iran serta Badan Energi Atom Internasional untuk kemudian dihancurkan.


Gedung Putih sempat memunculkan gagasan investasi setelah adanya laporan permintaan kompensasi finansial atas perang dari Iran. Trump langsung menegaskan tidak akan ada uang yang ditukar sampai batas waktu pemberitahuan lebih lanjut.


Trump menambahkan bahwa sejauh ini baru hal-hal yang jauh tidak penting yang telah disepakati kedua belah pihak. Sementara itu Kementerian Luar Negeri Iran memberikan pernyataan yang berbeda terkait situasi diplomatik teranyar.


Pihak Teheran menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung mengenai program pengembangan nuklir mereka. Fokus utama pemerintah Iran saat ini sepenuhnya diarahkan untuk mengakhiri kecamuk perang.



"Pada tahap ini, kami fokus pada mengakhiri perang, dan tidak ada negosiasi mengenai isu nuklir," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei.


Baqaei menjelaskan bahwa kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah belum tercapai. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi melalui saluran televisi pemerintah setempat. (red)