Infokita Investigasi, JAKARTA , Kamis,(27/8/2026) - Menunggu dan bangun pada waktu shubuh terasa berat karena kombinasi faktor biologis, psikologis, dan spiritual yang kuat.
Alasan utama mengapa waktu shubuh terasa sangat berat :
Rasa kantuk yang puncak, waktu menjelang fajar adalah saat tidur malam berada di fase paling lelap dan nyaman. Suhu tubuh menurun dan tubuh memproduksi hormon melatonin secara maksimal sehingga godaan kasur hangat menjadi sangat besar.
Udara yang ingin, udara pada sepertiga malam hingga menjelang shubuh biasanya jauh lebih dingin daripada waktu lainnya, membuat tubuh enggan bergerak atau terkena air wudhu
Godaan spiritual (Setan), dalam ajaran Islam, setan tidak ingin manusia mendapatkan pahala besar di waktu fajar. Setan membisikkan rasa malas, menaruh kantuk semu, dan menggambarkan ibadah sebagai beban yang berat.
Tolak ukur keimanan, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa salat Isya dan Shubuh adalah salat yang paling berat bagi orang munafik. Hal ini karena suasana gelap dan sepi membuat amal di waktu tersebut murni dan tidak ada unsur pamer (riya'), sehingga butuh keimanan tulus untuk menegakkannya.
Beban fisik dan dosa, kelelahan setelah beraktivitas seharian atau tumpukan beban pikiran serta maksiat di siang hari dapat membuat hati seseorang merasa berat dan malas untuk taat di waktu fajar. *(Widi)*
