Perjanjian Antara Kami dan Mereka adalah Shalat, Barangsiapa Meninggalkannya Maka Dia Telah Kafir -->

breaking news

News

Baca di Helo

Perjanjian Antara Kami dan Mereka adalah Shalat, Barangsiapa Meninggalkannya Maka Dia Telah Kafir

Sabtu, Agustus 15, 2026



Infokita Investigasi, JAKARTA, Ahad,(16/8/2026) -  Shalat fardhu lima waktu merupakan batas pembeda yang sangat tegas antara seorang Muslim dan kekafiran. Hal tersebut ditegaskan kembali dalam kajian keagamaan merujuk pada hadis sahih riwayat At-Tirmidzi dan An-Nasa'i : "Perjanjian yang ada di antara kita dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat.Barangsiapa meninggalkannya berarti kafir".


*Pokok Bahasan Utama Pembeda Identitas :*

Shalat fardhu menjadi tanda keimanan yang membedakan jalan hidup seorang mukmin dengan golongan lainnya.


*Kesepakatan Ulama :*

Ulama sepakat bahwa seseorang dihukumi kafir keluar dari Islam jika ia dengan sengaja mengingkari kewajiban shalat lima waktu.


*Kelalaian Ibadah :* 

Terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai status orang yang meninggalkan shalat karena malas namun tetap mengakui kewajibannya.


*Peringatan Dini :* 

Umat Islam diimbau untuk senantiasa menjaga ibadah utama ini dalam situasi dan kondisi apa pun.


Pesan Moral dan Imbauan Pihak pemuka agama mengingatkan agar masyarakat muslim tidak meremehkan tiang agama Islam ini.


Menegakkan shalat adalah wujud nyata keimanan seorang hamba kepada Sang Pencipta sebelum masa hidupnya berakhir.

*(Widi)*