Infokita Investigasi, JAKARTA - Rusaknya sistem negara hari ini tidak lepas dari cengkeraman oligarki yang telah menguasai partai politik. Hal itu ditegaskan KETUA UMUM POROS 98 , BILUNG SILAEN.
Menurut Bilung, ketika partai politik sudah dikuasai oligarki, maka yang terjadi adalah rusaknya seluruh sistem negara. Partai tidak lagi menjadi alat perjuangan rakyat, melainkan menjadi alat transaksi dan kendaraan kepentingan pemilik modal.
"Partai politik hari ini sudah dibajak oligarki. Akibatnya sistem negara rusak dari hulu ke hilir. Kebijakan yang lahir bukan untuk rakyat, tapi untuk melayani kepentingan oligarki itu sendiri," tegas Bilung Silaen di Jakarta, Selasa (16/9/2026).
Bilung Silaen menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilainya sebagai program rusak yang dipaksakan tanpa persiapan matang dan tanpa konsep yang rapi.
"Lihat saja program MBG (Makan Bergizi Gratis), Koperasi Merah Putih, itu adalah program rusak yang dipaksakan. Tidak ada persiapan matang, tidak ada konsep yang rapi, asal jalan saja. Yang penting kelihatan ada program, padahal di lapangan berantakan," ujar Bilung Silaen.
Badan gizi nasional yang di bentuk Prabowo hanya sebagai kumpulan para koruptor. Bilung meminta di BUBARKAN sekarang juga!!!
Lebih jauh, ia menyebut sejumlah janji besar pemerintah lainnya sebagai omong kosong.
"Program cek kesehatan gratis,degitalisasi pendidikan , penyediaan lapangan pekerjaan, penyediaan 3 juta rumah, swasembada pangan, pengelolaan ekonomi dalam danantara semua itu omong kosong. Tidak ada peta jalan yang jelas. Rakyat hanya diberi janji, tapi realisasinya nihil. Ini akibat sistem yang sudah rusak karena dikendalikan oligarki," tegas Bilung Silaen.
Sebagai jalan keluar, Bilung menawarkan ide dan gagasan besar untuk memperbaiki bangsa.
"Bilung menawarkan ide dan gagasan revolusi budaya sebagai jalan memperbaiki bangsa ini. Revolusi budaya sebagai solusi negara," ujar nya .
Menurut Bilung, revolusi budaya harus menjadi gerakan bersama untuk mengubah kesadaran, mentalitas, dan cara pandang dalam berbangsa dan bernegara.
"Selama budaya transaksional, budaya pragmatis, dan budaya tunduk pada oligarki masih dipelihara, negara ini tidak akan pernah beres. Harus ada revolusi budaya. Mengembalikan politik kepada nilai, mengembalikan kekuasaan kepada rakyat. Itulah solusi untuk menyelamatkan Indonesia," pungkas Bilung.(Tim)

