BERITA VIDEO

 
DESKRIPSI GAMBAR
Diduga biarkan kerumunan, KAMMI Medan tuntut Kapolrestabes Medan bertanggungjawab

Diduga biarkan kerumunan, KAMMI Medan tuntut Kapolrestabes Medan bertanggungjawab

INFO INVESTIGASI, MEDAN,  Polemik di Partai Demokrat semakin memanas setelah partai berlambang bintang Mercy ini melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) di sibolangit jumat (5/3) lalu yang digadang-gadang akan melengserkan kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY). Kongres tersebut juga menimbulkan kerumunan Massa terlihat dari foto yang beredar abai prokes dan tidak menjaga jarak.

Menanggapi hal itu Sekjend KAMMI Medan mengatakan “Kita meminta penegak hukum harus menindak tegas kerumunan KLB Demokrat di Sibolangit baik pro KLB atau Kontra KLB karena bisa memicu menimbulkan klaster baru Covid-19. sebab yang kita tau uang negara sudah habis banyak untuk penanganan Covid-19, kita tidak mau corona ini semakin menggila di Indonesia khususnya Sunut.  Enggak terlalu penting sebenarnya masuk konflik elit politik karena persoalan rakyat pun belum selesai, tapi ini soal upaya kita bersama dalam menjaga prokes dan disini kita melihat jelas adanya dugaan melanggar UU karantina” ucap Nugra

“Satgas Covid 19 Provsu juga harus melakukan tindakan tegas dong, kita tidak ingin satgas di sumut di bentuk hanya formalitas saja namun tidak ada tindakan dalam upaya pencegahan covid 19 ini”  Imbuh Nugra yang juga tamatan Fisipol USU ini.

Ketua DKP KAMMI Medan Malik Vanedi menambahi “Antara jokowi, dan elit politik sekalipun tidak boleh ada perbedaan dimata hukum. Harus punya sikap tegas dari polisi, jangan hanya asal sebatas ucapan saja untuk membubarkan masa keramaian jika ada yang melakukan kegiatan keramaian dimasa pandemi. Kita belum tuntas isu kerumunan yang dilakukan oleh jokowi,dan tentunya sampai hari ini Polri belum juga menyikapi kasus keramaian yang dilakukan oleh orang nomor 1 tersebut saat kunjungan kerja di maumere selasa (23/2) yang lalu. Namun nyatanya hari ini terjadi lagi kerumunan yang dilakukan oleh Elit partai politik dalam melakukan kongres luar biasa di sibolangit. Jadi kita pertanyakan apa sebenarnya peran dari polisi, terutama tindakan dan pernyataan sikap polrestabes medan hari ini dalam mencegah penyebaran covid 19? Jelas Malik.

“Kita juga melihat Tidak ada keseriusan Polrestabes Medan dalam menyikapi KLB di sibolangit, terlihat ada upaya menyengajakan atau membiarkan keramaian tersebut terjadi. Jelas ini berlawanan dengan Ucapan gubernur Edy dengan tidak memberi izin kerumunan KLB yang dilakukan partai Demokrat tersebut” tegas Malik dalam keterangan tulis, Jumat (5/3/2021).(AVID)