GP Ansor Kota Tangerang Murka, Siap Kepung Polres Metro: Kasus Persekusi Mandek, Hanya Janji Tanpa Bukti -->

breaking news

News

Baca di Helo

GP Ansor Kota Tangerang Murka, Siap Kepung Polres Metro: Kasus Persekusi Mandek, Hanya Janji Tanpa Bukti

Wednesday, January 28, 2026



Infokita Investigasi, KOTA TANGERANG - Kesabaran GP Ansor Kota Tangerang resmi berada di titik nadir. Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama ini menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Polres Metro Kota Tangerang menyusul mandeknya penanganan kasus dugaan persekusi yang hingga kini tak kunjung menemui kejelasan hukum.


Ketua Umum GP Ansor Kota Tangerang, H. Midyani, S.H., M.Kn..dengan tegas menyebut bahwa Polres Metro Kota Tangerang gagal menunjukkan komitmen penegakan hukum. Berulang kali komunikasi dan permintaan klarifikasi dilakukan, namun yang diterima hanya janji kosong tanpa tindakan nyata.



“Kami capek dijanji. Sudah berbulan-bulan, tidak ada kepastian. Kalau aparat hanya bisa berjanji tanpa kerja, maka kami akan turun ke jalan. Ini bukan ancaman, ini peringatan keras,” tegas H. Midyani, S.H., M.Kn.. kepada wartawan.


Menurutnya, kasus persekusi bukan perkara sepele. Pembiaran terhadap tindakan main hakim sendiri dinilai sebagai bentuk kegagalan negara dalam melindungi warganya. GP Ansor menilai sikap diam aparat justru membuka ruang ketakutan dan preseden buruk bagi penegakan hukum di Kota Tangerang.


“Kalau kasus persekusi saja dibiarkan, lalu di mana rasa aman masyarakat? Jangan sampai hukum hanya berani kepada rakyat kecil, tapi tumpul saat diuji,” tambahnya.



GP Ansor Kota Tangerang memastikan rencana aksi bukan sekadar wacana. Konsolidasi internal tengah dilakukan dan ribuan kader disebut siap dikerahkan jika Polres Metro Kota Tangerang tidak segera memberikan kepastian hukum secara terbuka dan profesional.


Organisasi ini menegaskan, aksi demonstrasi merupakan langkah konstitusional untuk menuntut tanggung jawab aparat penegak hukum yang dinilai abai terhadap prinsip keadilan.


“Kami berdiri di sisi korban. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan persekusi. Jika hukum terus dipermainkan, kami akan mengingatkan dengan cara kami,” ujar H. Midyani, S.H., M.Kn..


Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Polres Metro Kota Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus persekusi yang dipersoalkan maupun rencana aksi demonstrasi GP Ansor Kota Tangerang.


GP Ansor menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret berupa penetapan hukum yang jelas, aksi turun ke jalan akan menjadi bentuk perlawanan terbuka terhadap pembiaran dan ketidakadilan hukum. (Endi Wihantoro)