Infokita Investigasi, China Selatan - Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) memperlihatkan foto-foto yang menunjukkan pesawat tempur jarak jauh Shenyang J-11BSH sedang melaksanakan latihan operasi maritim. Pesawat yang berada di bawah Komando Teater Selatan ini mengemban tugas mengamankan Selat Taiwan dan Laut China Selatan. Sabtu (21/2/2026)
Komando tersebut juga bertanggung jawab untuk melindungi banyak jantung ekonomi China, termasuk kota-kota seperti Chongqing, Guangzhou, dan Shenzhen, dan fasilitas strategis seperti pangkalan utama armada kapal selam nuklir Angkatan Laut di Pulau Hainan.
J-11BSH merupakan varian dari J-11B. Huruf “S” (Shuangzuo) bermakna kursi ganda, dan “H” (Hai) berarti versi angkatan laut.
Tugas utamanya adalah melaksanakan patroli jarak jauh di wilayah maritim, termasuk di Laut China Selatan, mencegat pesawat asing, dan mempertahankan superioritas udara.
Adanya operator kedua di kursi belakang pesawat sangat membantu dalam misi yang melelahkan di atas laut yang luas atau saat mengelola sistem senjata yang kompleks.
Pesawat ini memiliki peran multi, selain untuk pertempuran udara ke udara, juga membawa rudal antikapal untuk melaksanakan serangan laut, maupun rudal serupa untuk serangan darat.
Adapun J-11B, merupakan pengembangan dari jet tempur induk standar Rusia Su-27 Flanker. Pesawat ini mulai beroperasi sejak tahun 2009 dengan menggunakan mesin baru, material komposit yang jauh lebih tinggi, dan avionik yang lebih modern.
Meskipun produksi J-11B versi dasar berakhir pada tahun 2018, varian J-11BSH dengan dua tempat duduk terus diproduksi pada tahun-tahun berikutnya.
J-11BSH sekaligus dapat berfungsi sebagai pesawat latih, serta menjadi pesawat komando dan kendali.
Pesawat dapat membawa persenjataan baru yang dikembangkan untuk pesawat tempur generasi kelima J-20 Mighty Dragon, khususnya rudal udara ke udara berpemandu radar PL-15 maupun PL-10 yang berpemandu inframerah.
Militer China memiliki banyak pesawat tempur jarak jauh kelas berat, dengan produksi J-11 berbagai varian mencapai lebih dari 300 unit.
J-11BSH menggunakan mesin turbofan WS-10 Taihang buatan domestik, menggantikan mesin AL-31F Rusia.
Pesawat dilengkapi dengan radar pulse-doppler pada versi awal atau radar AESA pada versi upgrade yang dioptimalkan untuk mendeteksi target di atas permukaan air yang luas.
Untuk perlindungan antikorosi, pesawat diberi pelapis khusus guna menahan uap garam dan kelembapan tinggi di lingkungan laut. (red)
